BRI Emisi Obligasi Dukung Penyaluran Kredit

FATHIA NURUL HAQ
16/8/2016 01:41
BRI Emisi Obligasi Dukung Penyaluran Kredit
(ANTARA /M AGUNG RAJASA)

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) berencana melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan dan surat utang jangka menengah (MTN) sebagai sumber peningkatan likuiditas untuk pengembangan kredit. “Tahun ini kami berencana melaksanakan penawaran umum obligasi berkelanjutan sebesar Rp20 triliun. Tujuannya mendukung pemberian kredit,” kata Direktur Utama BRI Asmawi Syam dalam pemaparan kinerja keuangan triwulan II 2016 di Jakarta, Minggu (15/8). Tahap I penawaran umum obligasi berkelanjutan akan dilaksanakan pada Oktober 2016 dengan emisi Rp10 triliun yang dibagi menjadi tiga seri. “Seri A dengan tenor 370 hari, seri B dengan tenor tiga tahun, dan seri C dengan tenor lima tahun. Saat ini dalam proses semua,” ucap Asmawi. BRI berencana pula menerbitkan MTN dengan maksimal penerbitan Rp5 triliun dengan jangka waktu satu tahun. Selain itu, BRI Syariah akan menerbitkan sukuk mudharabah sebesar Rp1 triliun dengan tenor tujuh tahun dengan tujuan memperkuat struktur pemodalan.

Dengan strategi itu, BRI optimistis kemampuan untuk lending masih besar. Hal tersebut disokong pula oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik.
“Misalnya dengan pembangunan infrastruktur dan bagaimana pemerintah melaksanakan program amnesti pajak dengan mengundang harta ke Indonesia untuk investasi infrastruktur dan langsung,” kata Asmawi. Sepanjang semester I 2016, BRI mencatat pertumbuhan laba tipis 1,6% yoy pada semester I 2016 sebesar Rp12,047 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih BRI Rp11,86 triliun. Kendati laba bertumbuh tipis, total penyaluran kredit BRI sepanjang semester I 2016 mencapai Rp590,7 triliun atau meningkat 17,3% daripada 2015.

Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di posisi 2,3% untuk NPL gross dan 0,6% untuk NPL netto. Segmen mikro menjadi kontri­butor terbesar, baik dari segi pertumbuhan kredit maupun porsi penyalurannya. Pertumbuhan kredit segmen mikro sepanjang triwulan II tercatat 22,3% atau menjadi Rp202,9 triliun. Sementara itu, jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BRI mencapai Rp656,1 triliun, meningkat 14,5% daripada periode sama 2015. DPK BRI masih didominasi dana murah atau current account saving account (CASA).
Asmawi mengatakan ekspansi kredit mikro disumbang kredit usaha rakyat (KUR), khususnya transmigrasi, yang menyentuh nasabah yang selama ini unbank. BRI yang memiliki keunggulan jaringan luas hingga pelosok tentu mengungguli industri perbankan dalam menjaring nasabah mikro KUR. Strateginya pengembangan program teras pasar dan branchless banking. BRI juga mendulang rupiah dari peroleh fee based income Rp4,1 triliun atau tumbuh 16,9%. Dengan semakin terdigitalisasinya nasabah BRI, transaksi e-banking menjadi penopang dengan pertumbuhan Rp24,9% yoy sebesar Rp979 miliar.

Segmen menengah
Nominal pertumbuhan kredit sebesar Rp202,9 triliun merupakan kompensasi dari segmen menengah yang stagnan secara nominal. “Pertumbuhan kredit menengah secara nominal pasti tumbuh, tapi porsinya menurun. Kita di segmen medium lebih selektif, tidak ekspansif. Fokusnya pada restrukturisasi,” terang Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya