Diminati Masyarakat ASEAN, Ekspor Babi Indonesia Naik 11,61%

Gabriela Jessica Restiana Sihite
15/8/2016 18:07
Diminati Masyarakat ASEAN, Ekspor Babi Indonesia Naik 11,61%
(ANTARA)

MASYARAKAT Asia Tenggara dinilai menggemari babi dari Indonesia. Anggapan tersebut berangkat dari ekspor babi hidup selama Juli 2016 yang naik 11,61% dari Juni 2016.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan kenaikan ekspor babi hidup terjadi karena naiknya permintaan dari Singapura.

Di Kepulauan Riau, kata dia, banyak dibangun peternakan babi yang memang utamanya untuk diekspor ke Singapura, Malaysia, Filipina, dan negara asean lainnya.

"Itu dari Batam diekspor ke Singapura. Mungkin babi kita diminati sama mereka karena kan makanannya macam-macam. Babi buat mereka sehat kali," ucap Sasmito di kantornya, Jakarta, Senin (15/8).

Menurut Sasmito, Indonesia memang selalu memasok babi putih kemerahan ke Singapura untuk diolah menjadi sajian makanan.

Adapun nilai ekspor babi pada Juli 2016 sebesar US$4,58 juta, naik 11,61% dari periode sebelumnya US$4,1 juta.

Babi merupakan barang ekspor tertinggi pada jenis ekspor binatang hidup yang mengalami kenaikan 11,96% dari Juni ke Juli 2016.

Namun, Sasmito mengatakan ekspor babi dari Indonesia masih tercatat fluktuatif. Belum ada tanda-tanda ekspor babi terus meningkat sepanjang bulan selama tahun ini.

"Masih fluktuatif deh saya lihat. Masih tergantung permintaan negara-negara sekitar kita," imbuhnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya