Menghemat dengan Gas Kota

Wibowo
16/8/2016 00:40
Menghemat dengan Gas Kota
(ANTARA/R. REKOTOMO)

MASALAH ketersediaan energi yang murah dan terjangkau bagi rumah tangga menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini. Pemerintah memang telah sukses melakukan konversi penggunaan minyak tanah ke elpiji. Namun, harga yang dibebankan ke konsumen masih mengandung subsidi. Tren harga energi dunia yang terus meningkat perlu diwaspadai agar tidak membebani keuangan rumah tangga serta membengkakkan anggaran subsidi pemerintah. Salah satu solusi yang tersedia saat ini ialah menggunakan gas yang disalurkan melalui pipa. Harga gas kota, demikian sering disebut, lebih murah 40% hingga 50% ketimbang harga elpiji kemasan tabung.

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan harga jual gas kepada konsumen rumah tangga berkisar Rp3.333/m3 hingga Rp4.000/m3. Sebagai perbandingan, harga jual elpiji dalam kemasan tabung mencapai Rp6.000/m3. Dari sisi kontinuitas, gas pipa ini jauh lebih andal. Ketika kehabisan, konsumen tidak perlu menghentikan aktivitas untuk membeli elpiji. Dari sisi risiko juga lebih aman karena penyaluran gas menggunakan sistem keran layaknya air sehingga bila ada kebocoran, tinggal memutar keran untuk menghentikan aliran gas. Yang masih menjadi kendala ialah tidak semua rumah tangga bisa mengakses gas melalui pipa ini. Perlu pembangunan infrastruktur agar gas pipa ini bisa masuk ke rumah-rumah masyarakat.

Sebagai badan usaha milik negara, PGN mulai tahun ini hingga 2019 menargetkan penambahan 110.000 sambungan gas bumi untuk rumah tangga di berbagai daerah dengan pembangunan infrastruktur murni dibiayai dana perusahaan tanpa mengandalkan APBN. “Dalam tiga tahun ke depan kami siap menambah 110.000 sambungan gas rumah tangga. Semuanya dibangun dengan dana sendiri, tanpa mengandalkan APBN,” kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso di Jakarta, Rabu (10/8). Menurut Hendi, tambahan 110.000 sambungan gas bumi rumah tangga ini akan menambah jumlah pelanggan PGN pada segmen rumah tangga yang saat ini lebih dari 107.000 sambungan rumah. Dengan demikian, total pelanggan rumah tangga PGN menjadi sebanyak 217.000 rumah. “Ini bentuk komitmen kami untuk menyebarluaskan manfaat energi gas bumi yang efisien, bersih, dan ramah lingkungan,” ujar Hendi.

PGN merupakan satu-satunya badan usaha yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen paling lengkap, mulai kebutuhan rumah tangga hingga industri besar, serta pembangkit listrik yang saat ini jumlahnya mencapai 1.529 pelanggan. “PGN juga menyalurkan gas bumi ke usaha kecil menengah atau UKM dan komersial seperti hotel, rumah sakit, hingga mal yang jumlahnya saat ini lebih dari 1.850 pelanggan,” kata Hendi pula. Selain menambah jaringan rumah tangga, PGN juga akan menambah panjang pipa gas bumi sepanjang lebih dari 1.680 kilometer pada periode 2016-2019, dari saat ini panjang pipa PGN lebih dari 6.980 km.

Jumlah itu setara dengan 76% pipa gas bumi hilir di Indonesia. Penambahan berbagai infrastruktur tersebut, mulai panjang pipa gas, pengembangan mini-LNG system, penambahan jumlah pelanggan rumah tangga hingga SPBG akan meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi nasional sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (mmscfd). “Volume tersebut akan menciptakan penghematan bagi pelanggan PGN sebesar Rp110,9 triliun. Tahun 2015 lalu dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan menciptakan penghematan bagi nasional sebesar Rp88,03 triliun per tahun,” kata Hendi. Pengalaman PGN dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi dan mengelola gas bumi bagi rumah tangga, pemerintah memberikan kepercayaan kepada PGN untuk mengelola jaringan gas bumi yang dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah menugasi PGN untuk mengelola 43.337 sambungan rumah tangga di 11 kota/kabupaten. Pembangunan jaringan gas tidak hanya diserahkan kepada PGN. Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas sebanyak 5 juta sambungan rumah tangga dalam 10 tahun ke depan atau hingga 2025 dengan kebutuhan investasi Rp70 triliun. (Ant/B-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya