Tim Ekonomi Segera Dirombak

Nur Aivanni
08/8/2015 00:00
Tim Ekonomi Segera Dirombak
(Sumber: Lembaga Survei Indonesia/Grt/Grafis: Tiyok)

UNDANGAN via pesan pendek dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto itu diterima elite Koalisi Indonesia Hebat. Isinya undangan makan malam dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8) malam.

Dalam makan malam tersebut, Presiden Joko Widodo mengenakan batik cokelat. Begitu pula dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mengenakan batik berwarna terang. Tak ada informasi sebelumnya bahwa pada malam itu akan dibahas soal reshuffle, alias perombakan, Kabinet Kerja.

Ternyata, meski dalam suasana rileks, gayeng, tema pembicaraan cukup serius, yakni permasalahan ekonomi RI mutakhir yang berujung pada reshuffle kabinet bidang ekonomi.

"Presiden memberikan sinyal bahwa akan ada reshuffle dalam waktu dekat. Yang jadi pokok bahasan adalah tim ekonomi," ujar Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella saat dihubungi kemarin.

Selain dirinya, kata Patrice, hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum PPP Muktamar Surabaya Romahurmuziy, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Muktamar Surabaya Aunur Rofiq, dan Sekjen Hanura Berliana Kartakusuma.

Sekjen PPP Aunur Rofiq membenarkan pertemuan tersebut. Ia menyampaikan dalam pertemuan itu Presiden Jokowi menyatakan ingin meningkatkan kinerja kementerian bidang ekonomi.

Jokowi pun berharap pilkada serentak pada 9 Desember bisa berjalan dengan baik. Menurut dia, hampir semua yang hadir dalam pertemuan itu memberikan masukan kepada Presiden.

"Kita mengatakan bahwa kondisi ekonomi kita saat ini perlu perbaikan," jelasnya.

Presiden Jokowi mengamini pertemuan itu.

"Pertemuan rutin. Semuanya dibicarakan. Ekonomi, politik, sosial, budaya, semuanya," terang Jokowi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, seusai membuka Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), kemarin.

Sebelumnya, Presiden mengatakan akan memberikan penilaian kinerja para menteri dalam rapor merah, kuning, dan hijau. "Setelah Lebaran saya sampaikan," ujarnya di Istana Negara, Kamis (18/6).

Butuh kepastian

Kalangan bisnis menyambut baik rencana reshuffle kabinet.

"Kalau mau lakukan reshuffle, ya lakukan. Kapan? Kalau tidak, bilang saja tidak akan reshuffle dan apa yang akan dilakukan," cetus ekonom dari Bank Central Asia (BCA) David Sumual saat dihubungi tadi malam.

Ia menilai semakin pelaku usaha dan pebisnis tidak diberi kepastian, perekonomian nasional kian tersandera. Apalagi, pertumbuhan ekonomi di semester II tahun ini hanya 4,67% dan lebih jelek ketimbang periode sama tahun lalu.

"Rumor adalah hal yang paling tidak disukai pasar karena ini menjadi semacam kegaduhan," tegasnya.

David yakin Presiden Jokowi memiliki penilaian terhadap para pembantunya. Salah satu indikatornya penyerapan anggaran kementerian. Selain itu, implementasi terhadap program Nawa Cita.

Ia berharap Presiden Jokowi dan para menteri ekonomi membuat sebuah perencanaan ekonomi nasional yang matang dan komprehensif.

(Kim/Jes/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya