Infrastruktur Siap Serap Repatriasi

Dro/E-1
13/8/2016 06:41
Infrastruktur Siap Serap Repatriasi
(MI/Panca Syurkani)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menyatakan siap mengelola dana repatriasi amnesti pajak untuk memacu sektor infrastruktur.

Kesiapan itu diungkapkan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono untuk merespons diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 122 mengenai investasi tax amnesty ke sektor nonkeuangan.

Basuki mengatakan dana repatriasi itu akan dioptimalisasikan untuk pembangunan infrastruktur baru yang belum masuk APBN.

"Sektor yang potensial untuk dana tax amnesty bidang infrastruktur itu seperti tol, air minum, dan perumahan," ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pemerintah memang akan mendorong dana repatriasi untuk masuk ke sektor riil, baik proyek pemerintah maupun swasta.

Dengan masuk ke sektor riil, terutama infrastruktur, dana-dana itu diharapkan bisa lebih lama tinggal di dalam negeri.

Pada kesempatan lain, saat meninjau lokasi pelintasan di Klonengan, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (11/8), Basuki mengungkapkan rencana kementeriannya membangun lima jalan layang (fly over) di pelintasan sebidang kereta di ruas alternatif Tegal-Purwokerto yang menghubungkan jalur Selatan Jawa.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan jalur pantai utara Jawa (pantura) pascapintu keluar Tol Brebes Timur di Brebes.

Berdasarkan laporan yang ia terima, di jalur tersebut pada hari normal saja, terdapat 72 kali kereta yang melintas.

Dengan estimasi waktu satu kali berhenti selama 5 menit, waktu yang diperlukan 360 menit.

Ketika kondisi mudik, total waktunya melonjak menjadi 450 menit.

"Ada 7 jam lebih dalam sehari bila dikumulasikan. Makanya strategi kita dalam 8 bulan ke depan, kita bikin fly over di 5 titik lintas bidang tadi," terang Basuki.

Untuk anggaran, ia memperkirakan satu fly over bakal menelan biaya Rp120 miliar. Jadi, total biaya untuk lima pelintasan kereta api sekitar Rp600 miliar.

"Tendernya akan dilakukan minggu-minggu ini. Ada dua skenario, bisa tunjuk langsung atau dilelang. Saya inginnya lelang cepat agar lebih kompetitif, tetapi bisa juga dengan penunjukan langsung," tukas Basuki.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya