Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) melihat tren konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air bergerak pada kualitas tinggi dan ramah lingkungan.
Menangkap peluang pasar itu, BUMN energi itu pun meluncurkan bahan bakar dengan tingkat Research Octane Number (RON) tertinggi, namun harga dibandrol tidak lebih dari Rp10 ribu.
Produk tersebut ialah Pertamax Turbo. Sebelum memasuki pasar yang lebih luas, Pertamina lebih dulu melakukan uji pasar di delapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Jakarta. Di antaranya, SPBU COCO MT Haryono, SPBU COCO Pondok Indah, SPBU COCO Rasuna Said, SPBU COCO Pramuka, SPBU COCO Abdul Muis, SPBU COCO Cikini, SPBU COCO Yos Sudarso dan SPBU DODO Pantai Indah Kapuk.
“Kualitas bahan bakar yang diminta masyarakat terus meningkat. Maka dari itu Pertamina ingin raise the bar melalui produk baru,” ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di arena pameran Gaikindo lndonesia International Auto Show, Kamis (11/8) malam.
Targetnya, produk bahan bakar yang dijual Rp8.700 per liter itu dapat diserap konsumen hingga 100 ribu kilo liter (KL) sampai akhir tahun 2016.
Uji pasar diharapkan berlanjut ke sejumlah SPBU di wilayah Jabodetabek. Setidaknya tahun ini, Pertamax Turbo sudah bisa dipasarkan di 500 SPBU di seluruh Indonesia. Kehadiran Pertamax Turbo di SPBU, otomatis menggantikan produk terdahulu, yakni Pertamax Plus.
“Inginnya Pertamax Turbo mendapat respon positif, menyusul kesuksesan Pertalite dan Dexlite. Lalu, di SPBU yang sudah jual Pertamax Turbo, Pertamax Plus-nya hilang,” imbuh Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.
Sebelum merambah pasar domestik, Pertamax Turbo ternyata telah berekspansi lebih dulu ke pasar Eropa melalui kerja sama dengan pabrikan otomotif kelas atas, Lamborghini, di Event Race Lamborghini Supertrofeo European Series pada Juli lalu.
Bambang optimistis produk dengan nilai oktan 98 ini akan disukai kalangan pemilik sport car. Sebelumnya, Pertamina telah memasarkan Pertamax Racing dengan harga Rp50 ribu per liter untuk pangsa pasar yang membutuhkan akselerasi yang lebih cepat. Namun, Ahmad mengatakan produk tersebut akan dijual dalam bentuk kalengan seiring munculnya Pertamax Turbo.
“Kualitas sama dengan Pertamax Racing, tapi harganya jauh lebih murah. Pasti banyak yang tertarik ke Pertamax Turbo. Segmen yang kami sasar premium cars, speed lover, dan sport car. Motor kalau pakai ini jelas ngacir,” kelakarnya.
Pertamax Turbo merupakan hasil inovasi Pertamina yang diproduksi di kilang dalam negeri, yakni Refinery Unit VI Balongan. Varian bahan bakar baru ini dinilai cocok dengan kendaraan berteknologi Gasoline Direct injection, Turbo Charger, Super Charger dan High Compression.
Di sisi lain, Pertamina mencatat peningkatan penjualan produk Pertalite dan Dexlite yang kian mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Untuk Pertalite, persebarannya sudah mencapai 3.635 SPBU hingga ujung Timur Indonesia. Penjualan Pertalite meningkat tajam dari 2.810 KL per bulan hingga 445.218 KL per bulan dan memberikan kontribusi penurunan konsumsi Premium dari 92% menjadi 68%.
Adapun Dexlite yang ditujukan bagi kendaraan bermesin diesel telah tersebar di 300 SPBU di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Targetnya, di akhir tahun, Dexlite berhasil dipasarkan di 700 SPBU. Penjualan Dexlite juga terus meningkat hingga mencapai 15.500 KL, dengan akhir tahun mencapai 50.000 KL.
“Meski Pertamina masih menyediakan premium, tapi kita harap di tahun-tahun mendatang konsumen tidak lagi mencari premium. Untuk itu, kita gencarkan promosi produk BBM dengan kualitas lebih bagus, agar semakin banyak yang beralih,” pungkas Abe, sapaan akrabnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved