Bobol Data Kini Pakai Mesin Cuci dan AC

TheresiaPutri/E-5
06/8/2015 00:00
Bobol Data Kini Pakai Mesin Cuci dan AC
(MI/SENO)
PARA hacker kian canggih untuk melancarkan aksi mereka.

Kini dengan media printer, mesin cuci, dan mesin pendingin ruangan (air conditioner/AC), mereka dapat melakukan pembobolan.

Hal itu mungkin terdengar mustahil layaknya di film science fiction, tetapi nyata.

Peneliti keamanan pada sebuah startup di Manhattan baru-baru ini menemukan cara mengubah peralatan, seperti printer, mesin cuci, atau AC, menjadi radio penyiaran yang tak terlihat dan tak terdengar dengan sinyal sejauh beberapa mil.

Ini merupakan terobosan yang besar untuk para pembobol data. Padahal, industri perlindungan keamanan data atau cybersecurity juga tengah berkembang pesat.

Menurut laporan CNNMoney pada Rabu (5/8), nilai industri ini bahkan mencapai US$77 miliar.

Berbagai perusahaan dan instansi pemerintah membeli produk yang dapat melindungi data mereka.

Namun, berbagai upaya defensif seperti menjauhkan pembobol atau membatasi akses tidaklah efektif.

Ang Cui dan timnya menemukan cara baru untuk mencuri data dari jaringan komputer, bahkan tanpa mematikan alarm apa pun.

Lebih parahnya lagi, mereka bahkan dapat membobol data dari komputer yang tak terkoneksi dengan jaringan internet.

Pekan lalu, tim Red Balloon Security ini mempraktikkan penemuannya pada beberapa reporter.

Mereka menginfeksi printer laser Pantum dan mengatur sirkuitnya. Dengan mengubah keluaran energi cip secara bolak balik dengan cepat, printer memancarkan radiasi elektromagnetik.

Hal itu tentu menjadi ancaman baru bagi perusahaan dan instansi lainnya.

Situasi ini turut menjadi perhatian investor di bursa Wall Street. Saham ETF PureFunds ISE Cyber Security yang berkode emiten HACK itu naik hampir 30% sejak mulai diperdagangkan pada September lalu.

ETF memiliki beberapa perusahaan yang membantu melindungi bisnis dari serangan pencurian data. Memang tak sepenuhnya dihindari, tetapi akibat kerusakannya dapat diminimalkan.

'Cyberwar dan cybercrime adalah dua tantangan geopolitik dan bisnis di era kita saat ini', tulis analis Goldman Sachs.

Analis tersebut menambahkan, hampir 60% kepala petugas keamanan informasi yang disurvei Mei lalu merencanakan untuk meningkatkan belanja keamanan.

Perusahaan riset teknologi Gartner memperkirakan, dana yang dihabiskan untuk cybersecurity tahun ini mencapai US$77 miliar.

Bahkan, Presiden AS Barack Obama meminta agar anggaran fiskal AS mengkhususkan US$14 miliar untuk cybersecurity.

Namun, dengan terobosan Cui dan para hacker andal lainnya, rasanya perlu ada terobosan tandingan demi melindungi data-data Anda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya