PT Bank Mandiri Tbk mengincar peningkatan volume transaksi kartu kredit hingga 20% pada 2015, yang antara lain bersumber dari kerja sama bank itu dengan Marina Bay Sands Singapura. Hal tersebut disampaikan Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Hery Gunardi dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dua pihak di Jakarta, kemarin.
Menurut Hery, sinergi dengan Marina Bay Sands juga didasarkan pada semakin meningkatnya volume pemanfaatan kartu kredit oleh nasabah saat melakukan perjalanan. "Tahun lalu, total sales volume kartu kredit Rp1,35 triliun, itu banyak dibukukan oleh transaksi travel, hotel, dan airlines," kata dia.
Bagi pemegang kartu kredit Mandiri, lanjutnya, Singapura merupakan negara dengan destinasi terbesar baik dari segi jumlah transaksi maupun nilai transaksi. "Pangsa transaksi 15% dan nilai transaksi 23% dari total face to face cross border, atau transaksi gesek kartu di mesin EDC yang sebesar 737 ribu transaksi," papar Hery.
Dari kolaborasi dengan Marina Bay Sands, bank pelat merah itu juga mengharapkan peningkatan fee based income sebesar 20%-30% yang bersumber dari merchant rate dan exchange rate. Hingga semester I lalu, ia menyebut kinerja bisnis kartu kredit Mandiri cukup baik. Frekuensi transaksi mencapai 17 juta transaksi dengan nilai Rp15 triliun. Nilai transaksi tersebut meningkat sekitar 22%-25% dari periode sama di 2014.
Di samping itu, terdapat sekitar 3,8 juta nasabah pemegang kartu kredit Bank Mandiri. Sebanyak 9% di antaranya, atau sebesar 350 ribu nasabah melakukan transaksi face to face cross border. "Jumlah ini meningkat 7,5% dari periode 2014 yang sebesar 323 ribu," terang Hery. Adapun untuk kartu debit, terdapat lebih dari 12 juta pemegang. Target pertumbuhannya 10%-11% dengan volume transaksi dibidik naik 17%-19%, dan jumlah transaksi meningkat 18%.
SVP Marina Bay Sands Maunik Thacker mengatakan kerja sama dengan Bank Mandiri akan memberi keuntungan bagi nasabah Bank Mandiri yang bertransaksi di merchant-merchant Marina Bay Sands. "Konsep resor terintegrasi Marina Bay Sands memberikan berbagai peluang kepada nasabah kartu kredit Bank Mandiri untuk mendapat penawaran ekslusif yang dapat digunakan di berbagai atraksi," tutur Maunik.
Ekspansi regional Di lain hal, Bank Mandiri masih melanjutkan rencana ekspansinya di negeri jiran, Malaysia. Menurut Hery, pihaknya telah menyampaikan permintaan kepada Bank Negara Malaysia (BNM) untuk memberi equal treatment kepada Bank Mandiri, seperti halnya regulator perbankan Indonesia memperlakukan bank asing setara dengan bank lokal.
"Rencananya sekitar September atau Oktober akan ada penandatanganan OJK dengan BNM, itu ada hubungannya dengan Qualified ASEAN Bank (QAB). Kalau Bank Mandiri lolos kualifikasi QAB, kita bisa diperlakukan seperti bank lokal di sana," ucap Hery. Terkait pembentukan anak usaha di Malaysia, Hery mengatakan ada persyaratan modal disetor 300 juta ringgit, atau sekitar Rp1,04 triliun. "Kami sedang negosiasi, mudah-mudahan tidak mesti disetor sekaligus. Jadi sesuai dengan perkembangan bisnis saja."