Anomali Cuaca Ancam Panen Lada di Indonesia

(Jes/E-4)
09/8/2016 04:45
Anomali Cuaca Ancam Panen Lada di Indonesia
(FOTO ANTARA/Gatot Arifianto)

CUACA yang tidak menentu akibat perubahan iklim ditambah La Nina tahun ini membuat hasil panen beberapa komoditas ekspor terganggu. Kondisi itu mengancam hasil panen tanaman rempah Indonesia seperti lada yang tergantung kondisi alam. "Lada Indonesia yang dikenal unggul oleh dunia mesti waswas menghadapi cuaca karena bisa memengaruhi jumlah produksi dan kualitas sang bumbu penyedap tersebut," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo seusai membuka pertemuan International Pepper Community (IPC) Ke-44 di Jakarta, Senin (8/8). Pasalnya, imbuh dia, permintaan lada selalu meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. "Karena itu, kita perlu antisipasi perubahan iklim yang memengaruhi kualitas lada. Misalnya lada muntok yang potensial, tapi saat ini belum dikembangkan Indonesia," ucap Iman. Namun, dia menganggap perubahan iklim beberapa tahun terakhir belum meme-ngaruhi kualitas lada Indonesia.

Namun, jumlah produksi turun menjadi sekitar 88.200 ton pada 2015, sementara ekspor turun dari sekitar 34 ribu ton pada 2014 menjadi 33 ribu ton pada 2015. Karena itu, Kementerian Perdagangan akan berdialog dengan pengusaha lada nasional untuk mencari solusi masalah tersebut. "Kita pun sebagai anggota IPC akan membahas hal ini dengan Brasil, India, Vietnam, Sri Lanka, dan Malaysia. Kita menyuplai 90% lada dunia dan ingin memperbaiki produksi pasar," tukasnya. Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Deny Kurnia menambahkan lada Indonesia berkualitas bagus dan cukup digemari masyarakat dunia. Apalagi dengan harga saat ini yang sedang bagus, yakni sekitar Rp100 ribu per kilogram, petani lada diharapkan makin giat menanam lada hitam dan lada putih.
"Cara bertani dan memelihara bibit sangat penting. Itu harus dipraktekkan ke petani supaya lebih produktif. Kami berharap Kementerian Pertanian juga memberi pelatihan untuk petani lada soal menjaga kualitas dan pemeliharaan bibit," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya