Bursa Jaga Sentimen Positif

Tesa Oktiana Surbakti
08/8/2016 10:35
Bursa Jaga Sentimen Positif
(MI/Galih Pradipta)

PEREKONOMIAN nasional yang terus bertumbuh diyakini akan membuat psikologis investor saham semakin positif terhadap industri pasar modal Indonesia. Sentimen dari dalam negeri yang positif juga bakal mendorong dana investor asing mengalir ke pasar saham domestik.

"Ekonomi kita tumbuh lebih dari 5%, inflasi stabil, cadangan devisa kita juga naik. Saya juga percaya program amnesti pajak turut memberikan dampak positif bagi pasar modal," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Jumat (5/8).

Sebelumnya, BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2016 tumbuh 5,18%. Secara akumulatif, pertumbuhan semester I 2016 5,04%. BPS juga mencatat inflasi pada Juli 2016 sebesar 0,69%.

Dengan bakal bertambahnya jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO), Tito optimistis nilai kapitalisasi pasar modal domestik pada 2016 dapat menembus Rp6.000 triliun.

"Tujuh perusahaan sedang proses IPO. Jika prosesnya lancar, semoga kapitalisasi pasar modal kita bisa di atas Rp6.000 triliun."

Berdasarkan data BEI per 5 Agustus 2016, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia ialah Rp5.838,51 triliun.

Di sisi lain, tembusnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di atas level 5.300 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (5/8), patut diapresiasi, tapi mesti tetap diwaspadai. IHSG yang menyentuh level tertinggi diprediksi mengalami tekanan jual dari aksi ambil untung.

"Secara teknis, potensi sentimen positif itu tetap ada. Namun, setelah IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya, biasanya akan diikuti aksi profit taking. Pasar harus perhatikan itu," tutur Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada, Sabtu (6/8).

Ia menyebut tren kenaikan IHSG sudah terlampau banyak dalam dua bulan terakhir. Memang, pertumbuhan ekonomi semester I 2016 di atas 5% dan nilai tukar rupiah yang menguat memberikan sentimen positif pada pergerakan sejumlah sektor saham.

Ada peluang menguji resisten IHSG pada pekan ini di level 5.430-5.450. Kendati demikian, Reza mengingatkan, sentimen pasar cenderung bergerak cepat.

"Harus dilihat hal-hal positif itu berdampak lama atau tidak. Kalau pudar, IHSG berpotensi berbalik arah. Contoh tax amnesty. Meski potensi aliran dana masuk besar, pasar menunggu kepastian dari progres tax amnesty. Kalau target tidak tercapai, ekspektasi pasar bisa berbalik," cetusnya.(Tes/Ant/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya