Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GABUNGAN Pelaksana Konstruksi (Gapensi) mengharapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak memangkas lagi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun depan.
Pasalnya, Kementerian PUPR perlu ditunjang oleh anggaran operasional yang cukup untuk menunjang upaya kementerian itu dalam membangun infrastruktur dan perumahan untuk rakyat.
“Gapensi usul agar kinerja dan operasional Kementerian PUPR tidak terganggu untuk menyediakan infrastruktur dan rumah rakyat, anggarannya jangan dipangkas lagi,” ujar Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Gapensi Andi Rukman Karumpa, Sabtu (6/8).
Andi mengatakan pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat merupakan sektor prioritas pemerintahan Jokowi-JK. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah pusat telah sukses mengeksekusi berbagai proyek-proyek infrastruktur.
Dengan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,18% year on year (yoy) di kuartal II-2016 dan secara kuartal ekonomi tumbuh 4,02%. Gapensi melihat, salah satu kontributor pertumbuhan tersebut adalah mulai bergeraknya sektor infrastruktur dan konstruksi.
“Kami melihat ada banyak terobosan dilakukan pemerintah disektor ini sehingga ekonomi bisa mengejutkan tumbuh 5,18%,” ujar dia.
Gapensi berharap pemerintah menjaga momentum ini dengan tidak lagi memangkas anggaran Kementerian PUPR ke depan.
Sebelumnya pemerintah dalam RAPBN-P 2016 melakukan penghematan sekitar Rp50,6 triliun dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkena pemotongan anggaran Rp8,4 triliun.
Total anggaran Kementerian PUPR di tahun ini mencapai Rp104,081 triliun. Hingga 7 April 2016, penyerapan anggaran mencapai 9,42%, meleset dari target yang sebesar 12%.
Penyerapan anggaran terbesar ada di Direktorat Jenderal Bina Marga yang melaksanakan proyek pembangunan jalan dan jembatan sebesar 11,54%. Selanjutnya Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan 9,40%, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) 9,20%, dan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan 8,45% dan lainnya masih di bawah 6%.
Dari pagu anggaran Rp104,081 triliun 78,05% atau Rp 81,24 triliun dialokasikan untuk belanja modal, 19,68% atau Rp 20,47 triliun, untuk belanja barang dan sisanya untuk belanja pegawai. Kebutuhan mendesak TA 2016 yang diprioritaskan untuk mendukung prioritas nasional, antara lain pembangunan waduk dan bendungan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua, pembangunan rumah khusus di Papua dan Papua Barat, penanganan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved