Road Map Kebijakan Gula Dirancang

Jes/E-2
06/8/2016 05:31
Road Map Kebijakan Gula Dirancang
(ANTARA/Wahdi Septiawan)

KEMENTERIAN Perdagangan tengah merancang peta jalan kebijakan pangan dari jangka pendek hingga jangka panjang.

Keberadaan peta jalan itu diharapkan memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga keajekan harga pangan.

"Kita sedang susun peta jalan kebijakan gula. Presiden kasih waktu ke kita 3 bulan untuk mengatur kebijakan kedaulatan pangan yang fokus utamanya gula, beras, bawang merah, dan daging," ucap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, di Jambi, kemarin.

Pembuatan peta jalan dilakukan lewat koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Di sana bakal diatur kebijakan jangka pendek melalui impor hingga jangka panjang melalui perluasan lahan tebu.

"Pengembangan ke depan di dalam negeri kan harus ada penyediaan lahan. Makanya, kita akan bicara dengan Kementerian Pertanian dan ATR," ucap Oke.

Saat ini, kata dia, kebutuhan gula pasir untuk masyarakat Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun.

Sementara itu, produksi gula pasir nasional hanya 2,6 juta ton per tahun.

Oleh karena itu, mau tidak mau kebijakan impor gula masih akan terus berlanjut hingga produksi tebu nasional bisa mencukupi kebutuhan gula masyarakat.

Jika tidak demikian, harga gula bisa terus melambung dari yang saat ini hingga Rp16 ribu per kilogram (kg).

Padahal, Kemendag menargetkan harga gula pasir bisa mencapai Rp12 ribu per kg.

Oke pun mengakui importasi gula kristal putih (GKP) yang tengah dilakukan Perum Bulog belum bisa menurunkan harga gula pasir.

Gula impor itu dijual Bulog melalui operasi pasar, tidak masuk ke pasar dan penjual ritel.

Hingga pekan lalu, sebanyak 86 ribu ton GKP dari izin impor 100 ribu ton GKP oleh Bulog sudah masuk.

Oke menilai belum perlu penambahan jumlah impor gula lagi karena jumlah pasokan yang ada masih dihitung.

Dia pun masih menunggu data produksi gula hasil giling tebu dari Kementan.

"Kita akan lihat dulu semua data. Yang penting segala macam cara kita upayakan supaya persediaan selalu ada dan harga turun sampai Rp12 ribu per kg," imbuh Oke.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya