Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Adhi Karya Tbk membukukan kontrak baru sebesar Rp6 triliun selama semester I 2016.
Kontrak tersebut berasal dari proyek pembangunan Tol Lampung, jalan raya, irigasi dan bendungan, serta lapangan kontainer.
Adapun target kontrak baru sepanjang tahun ialah Rp25 triliun.
Di luar itu, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut juga dipastikan telah mendapat kontrak proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) senilai Rp30 triliun.
Namun, kontrak tersebut tidak terhitung ke semester I 2016, karena baru akan dibayarkan pada semester II 2016 dan 2018.
"Dana tersebut akan masuk dalam dua tahap, yakni Rp15 triliun pada September 2016 dan Rp15 triliun pada 2018. Itu sudah sesuai ketentuan, yaitu separuhnya akan masuk lebih dulu dan sisanya setelah proyek selesai," ujar Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata di kantornya, Jakarta, Jumat (5/8).
Untuk menutup pembiayaan awal proyek LRT, Ki Syahgolang mengatakan pihaknya mendapatkan pembiayaan dari BNI dan Bank Mandiri sebesar Rp10 triliun.
Dari jumlah pinjaman itu, ungkap pria yang akrab disapa Kiki itu, sekitar Rp4 triliun digunakan untuk LRT.
Hingga saat ini, proses pengerjaan LRT baru 7%.
Untuk menunjang proyek, perusahaan berkode emiten ADHI itu juga mengoperasikan dua pabrik beton yang berlokasi di Sadang dan Cibubur.
Dalam pembangunan prasarana LRT, Adhi Karya ditugasi pemerintah sebagai kontraktor sesuai Peraturan Presiden No 98/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan.
Adhi Karya akan membangun konstruksi dalam dua tahap dengan total panjang 83,6 km.
Fase pertama, yakni rute Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas dengan total panjang 42,1km.
Sementara itu, untuk pembangunan tahap kedua akan dibangun lintasan rel sepanjang 41,5 km yang menghubungkan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, hingga Palmerah-Grogol.
Di samping LRT, pada semester ini, Adhi Karya juga akan menggarap proyek renovasi Stadion Gelora Bung Karno dengan nilai kontrak sekitar Rp700 miliar.
Laba turun
Kendati menggaet bebera-pa proyek strategis, Adhi Karya mencatat penurunan laba bersih 21% pada semester I 2016 jika dibandingkan dengan semester I tahun sebelumnya.
"Tepatnya dari dari Rp70,43 miliar menjadi Rp55,53 miliar," tutur Kiki.
Penurunan tersebut terjadi lantaran adanya beberapa proyek yang sempat tertunda, termasuk LRT, karena isu teknis.
Selain itu, ada rugi selisih kurs sebesar Rp1,65 miliar, yang juga menjadi salah satu faktor lainnya.
Adapun pendapatan perseroan pada enam bulan pertama 2016 menurun menjadi Rp3,13 triliun dari Rp3,21 triliun setahun sebelumnya.
Dengan melihat perkembangan tersebut, manajemen Adhi Karya mempertimbangkan revisi rencana bisnis perseroan.
"Kami akan tinjau lagi," kata Kiki. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved