Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA berbagai jenis pangan, termasuk gula pasir, yang belum juga turun membuat Presiden Joko Widodo memanggil kementerian-kementerian terkait. Kementerian Perdagangan pun mendapat tugas untuk membuat peta jalan kebijakan pangan dari jangka pendek hingga jangka panjang.
"Kita sedang susun peta jalan kebijakan gula. Presiden kasih waktu ke kita 3 bulan untuk mengatur kebijakan kedaulatan pangan yang fokus utamanya gula, beras, bawang merah, dan daging," ucap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat ditemui di Jambi, Jumat (5/8).
Oke mengatakan peta jalan tersebut akan dibuat bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Di sana bakal diatur kebijakan jangka pendek melalui impor hingga jangka panjang melalui perluasan lahan tebu.
"Pengembangan ke depan di dalam negeri kan harus ada penyediaan lahan. Makanya, kita akan bicara dengan Kementerian Pertanian dan ATR. Kita susun peta jalannya tiga bulan ini," tukas Oke.
Saat ini, kata dia, kebutuhan gula pasir untuk masyarakat Indonesia mencapai 5,8 juta per tahun. Sementara produksi gula pasir nasional hanya 2,6 juta ton per tahun.
Karena itu, mau tidak mau kebijakan impor gula masih akan terus berlanjut hingga produksi tebu nasional bisa mencukupi kebutuhan gula masyarakat.
Jika tidak demikian, harga gula bisa terus melambung dari yang saat ini mencapai Rp16 ribu per kilogram (kg). Padahal, Oke menargetkan harga gula pasir bisa mencapai Rp12 ribu per kg.
Oke pun mengakui importasi gula kristal putih (GKP) yang tengah dilakukan Perum Bulog belum bisa menurunkan harga gula pasir. Pasalnya, gula impor tersebut dijual Bulog melalui operasi pasar (OP), tidak masuk ke pasar dan penjual ritel.
"Belum (turun) memang karena impor itu sangat sementara sifatnya. Bulog juga tidak bisa langsung kasih ke ritel. Jadi importasi GKP itu untuk OP sebagai alternatif untuk masyarakat kalau ada harga gula yang terjangkau," ucapnya
Adapun jumlah izin impor GKP untuk Bulog sebesar 100 ribu ton. Hingga pekan lalu, sebanyak 86 ribu ton GKP yang sudah masuk.
Oke menilai belum akan menambah jumlah impor gula lagi karena masih menghitung jumlah pasokan yang ada. Dia pun masih menunggu data produksi gula hasil giling tebu dari Kementerian Pertanian.
"Kita masih akan lihat dulu semua data. Yang penting segala macam cara kita upayakan supaya persediaan selalu ada dan harga turun sampai Rp12 ribu per kg," imbuh Oke. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved