Sritex Ancang-Ancang Ekspansi ke 3 Negara Baru

MI
05/8/2016 10:45
Sritex Ancang-Ancang Ekspansi ke 3 Negara Baru
(ANTARA/R. Rekotomo)

TIGA negara di Eropa jadi sasaran baru rencana ekspansi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) mulai tahun ini. Namun, karena prosesnya belum final, perseroan belum bersedia menyebutkan negara tujuan itu.

"Kami akan garap tiga negara baru lagi. Namun, saat ini belum bisa kami disclose apa saja sebab masih dalam tahap penjajakan kontrak," ujar Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Severino dalam acara Investor Day, di Gedung BEI, Jakarta, kemarin (Kamis, 4/8).

Sampai saat ini, untuk kawasan Eropa, Sritex telah menjual produk mereka di Jerman, Swedia, Austria, Belanda, dan Inggris.

"Kami harapkan, langkah persiapan ekspansi kapasitas produksi tersebut bisa selesai di akhir tahun sehingga dapat segera memberi kontribusi terhadap penjualan di 2017," imbuh Allan.

Ia mengalkulasi, apabila mesin-mesin sudah mulai beroperasi di akhir, pada 2017 mendatang kapasitas produksi untuk spinning bisa meningkat 16% menjadi 654 ribu bales/tahun, weaving meningkat 50% menjadi 120 juta meter/tahun, dyeing atau finishing meningkat 100% menjadi 240 juta yard/tahun, dan garmen meningkat 67% menjadi 30 juta potong/tahun.

Terkait dengna kinerja perusahaan, Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam memaparkan, sampai semester I 2016 ini, perusahaan telah membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 6% menjadi US$31,9 juta dari US$30,1 juta di periode yang sama 2015.

Ia menjelaskan, pertumbuhan laba itu diperoleh dari peningkatan efisiensi produksi serta penghematan biaya dengan melakukan otomatisasi beberapa bagian produksi yang sebelumnya manual. "Selain itu, perusahaan menyederhanakan proses produksi pada segmen dyeing," jelasnya.

Dari segi penjualan, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,5% menjadi US$371 juta dari US$362 juta di periode sama tahun lalu.

Untuk 2016 ini, perusahaan menganggarkan belanja modal US$60 juta, yang sumbernya berasal dari kas internal. Sampai pada semester I, penyerapan belanja modal sudah sebesar US$39,2 juta, atau sekitar 65% dari anggaran.

Welly menambahkan, sampai akhir tahun, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan 5%-7% dan pertumbuhan laba bersih 8%-15%. "Kami optimistis dapat memenuhi target tersebut," tukasnya.(Arv/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya