Produksi Pertamina EP Subang Positif

Jajang Sumantri
05/8/2016 10:40
Produksi Pertamina EP Subang Positif
(Antara/Andika Wahyu)

PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) positif sepanjang semester I 2016 di tengah penurunan alamiah (natural decline) dan pelemahan harga minyak global.

Produksi minyak field Subang hingga akhir Juni tercatat 1.196 barrel oil per day (bopd) year to date (ytd) atau 102,61% dari target dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2016.

Produksi gas tercatat 239,68 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau 100,87% dari target dalam RKAP 2016 sebesar 237,65 mmscfd.

"Produksi migas hingga Juni 2016 mengalami fluktuasi dengan produksi tertinggi pada Februari sebesar 1.304 bopd. Produksi gas juga mengalami fluktuasi sepanjang semester I 2016 dengan produksi tertinggi sebesar 244,15 mmscfd pada Januari," kata Field Manager Pertamina EP Subang, Armand M Hukom, di Subang, Jawa Barat, kemarin (Kamis, 4/8).

Status Sumur aktif di field Su-bang saat ini ada 58 sumur produksi dan 7 sumur injeksi yang tersebar di sejumlah area di kawasan Cilamaya, Kabupaten Karawang, dan sejumlah kawasan di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan produksi melibatkan 117 pekerja dan mitrra kerja sebanyak 430 orang.

"Rata-rata produksi gas di field Subang saat ini di kisaran 220 mmscfd. Dengan adanya reaktivasi empat sumur di Jatiasri diharapkan bisa memberi tambahan produksi hingga 240 mmscfd."

Armand menyebutkan minyak dari field Subang dipasok untuk kilang pengolahan minyak (refinery unit) IV di Balongan, Indramayu.

Adapun gas dipasok ke sejumlah konsumen antara lain PT Krakatau Steel (persero) Tbk (KRAS), PT Pupuk Kujang, dan industri di wilayah Jawa Barat. "Kami juga menjual karbondioksida (CO2) ke dua pembeli utama, PT Samator dan PT Aneka Gas Industri (AGI)," katanya.

Pertamina EP Asset 3 Subang Field memiliki dua plant pemurnian CO2 atau removal plant yang berada di Cilamaya dan Subang. CO2 removal plant di Cilamaya beroperasi sejak 2000 dan didesain untuk menurunkan kadar CO2 dari 40% menjadi 5%. Gas CO2 yang dikirim ke konsumen PT Samator 1.172 mmcfd dengan revenue US$ 2.842,05 per hari.

Di sisi lain, CO2 removal plant di Subang beroperasi sejak Oktober 2003 dan didesain menurunkan kadar CO2 dari 23% menjadi 5%, yang dikirimkan ke PT AGI sebesar 1.820 mmscfd.

Penjualan Bukit Asam
Di tengah kondisi sektor pertambangan yang belum sepenuhnya pulih, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih mampu membukukan kenaikan volume penjualan 11% menjadi 10,02 juta ton sampai semester I 2016 ini.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin memaparkan, dari produksi 10,02 juta ton tersebut, sebesar 6,28 juta ton atau 63% merupakan penjualan domestik, dan 3,74 juta ton atau 37% sisanya diekspor.

"Kenaikan volume penjualan secara otomatis berkontribusi pada kenaikan pendapatan 4% menjadi Rp6,76 triliun dari yang sebelumnya Rp6,51 triliun di periode yang sama 2015," terang Arviyan di Investor Day di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.

Namun, belum pulihnya harga batu bara di pasar global membuat harga jual rata-rata tertimbang di semester I 2016 Rp659,24 ribu per ton atau turun 6% dari harga di semester I 2015.(Arv/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya