Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK kilang gas alam cair (liquid natural gas/LNG) Tangguh Train 3 di Teluk Bintuni, Papua Barat, mendapat suntikan pembiayan dari sejumlah bank internasional maupun nasional. Megaproyek itu menjadi momentum pembelajaran perdana institusi keuangan lokal dalam proyek LNG.
"Berdasarkan karakteristiknya, Tangguh Train 3 ini terobosan dalam proyek LNG di dunia, dengan lembaga keuangan internasional bersedia membiayai proyek LNG yang sebagian besar produksinya dialokasikan untuk domestik. Pertama kalinya juga pembiayaan proyek LNG melibatkan institusi keuangan lokal," tutur Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi di Jakarta, kemarin (Rabu, 3/8).
Pembiayaan dari konsorsium nasional menyasar pada pembangunan gugus 4 di Train 3. Pada kesempatan itu, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) proyek Tangguh, BP Berau Ltd, dan SKK Migas meneken dokumen persetujuan pembiayaan proyek LNG dengan sejumlah bank dan lembaga keuangan.
Penyuntik pinjaman nasional, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan PT Indonesia Infrastructure Finance. Total pembiayaan dari lembaga keuangan lokal itu mencapai US$100 juta. "Tenornya sekitar 13 tahun. Kami melihat proyek Tangguh komersial di tengah kelesuan bisnis migas. Apalagi produksi dari Kilang Tangguh untuk proyek listrik 35 ribu megawatt," ujar Dirut BNI Achmad Baiquni.
Dirut Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo menambahkan, selama ini bank domestik kurang mendapat ruang terlibat di proyek hulu migas. Ia mengatakan pihaknya siap terlibat di proyek strategis, seperti proyek Indonesia Deepwater Development Bangka milik Chevron Indonesia, lalu proyek Lapangan Gas Abadi Masela.
Fasilitas pinjaman komersial itu merupakan bagian dari paket pinjaman dengan total US$3,745 miliar. Dana itu turut diperoleh dari lembaga keuangan internasional, seperti Mizuho Bank, Bank of China, China Construction Bank, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, DBS Bank, UOB, OCBC, maupun maupun KfW Bank.
Sisa pembiayaan dari total estimasi investasi US$8 miliar akan didapat dari JBIC dan lembaga multilateral lainnya.
"Penandatanganan pembiayaan ini membuat kami optimistis proyek Tangguh selesai tepat waktu. Kami apresiasi seluruh mitra yang terlibat," tutur BP Regional President Asia Pacific Christine Verchere. Kilang Tangguh telah beroperasi sejak 2009, dengan BP Berau Ltd sebagai KKKS utama. (Tes/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved