Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAJAR memahami investasi saham bisa dikatakan tidak mudah bagi awam ataupun anak sekolah. Namun, ada cara yang lebih sederhana untuk memahami cara harga saham bisa naik.
"Analogikan saham itu sebagai toko kelontong. Bisa dilihat mana toko kelontong yang laris dan banyak pembeli. Makin lama mereka akan menambah perusahaan. Setelah dua cabang tambah menjadi tiga. Kemudian seandainya perusahaan atau kelontong-kelontong ini untung, akibatnya harga saham mereka bisa naik. Kira-kira seperti itu gambarannya," ujar Kepala Divisi Edukasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kemas M Rumaiyar, di Gedung BEI Jakarta, kemarin (Rabu, 3/8).
Kemas menjelaskan hal tersebut kepada 50 siswa-siswi SMK Bhakti Praja, Slawi, Jawa Tengah, yang sedang melakukan kunjungan industri ke Jakarta.
Pertanyaan lanjutan pun muncul dari salah satu siswa yang penasaran akan latar belakang perubahan nama dari Bursa Efek Jakarta menjadi Bursa Efek Indonesia. Diterangkan Kemas, penggabungan dua bursa yang berada di Jakarta dan Surabaya itu bertujuan untuk memperkuat pasar modal Indonesia.
"Dahulu memang ada Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Namun, sejak zaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dua bursa ini digabung menjadi BEI.
Tujuannya, diharapkan pasar modal di Indonesia menjadi kuat dan bersatu perannya. Tidak ada lagi terbagi peran BEJ hanya untuk wilayah Sumatra, Jawa, dan BES untuk wilayah timur Indonesia."
Para pelajar ini juga terinformasi mengenai saham apa saja atau milik siapa saja yang harganya selalu naik. Mereka mendengarkan sambil membuat beberapa catatan di dalam buku.
Ada banyak perusahaan yang performanya baik. Perusahaan yang sehat, kata Kemas, biasanya berkode LQ 45. Itu diartikan sebagai 45 perusahaan terbaik yang harga saham cenderung naik tiap tahun, di antaranya Unilever, Sampoerna, Indofood, Astra, Kalbe Farma, dan beberapa perusahaan lain. "Kenapa? Karena produk mereka laku di pasaran," tutur Kemas.
Staf BEI itu kemudian menganjurkan untuk mempersilakan para siswa berkeliling stan dan melakukan swafoto. "Kalian bisa iseng-iseng bertanya di tiap booth (stan) karena memang di sana tujuannya untuk mempromosikan tax amnesty, juga supaya teman-teman mendapat informasi tambahan," tuturnya.
Beberapa pelajar mengaku tertarik melihat bursa saham karena selama ini mereka hanya tahu penjelasam soal saham melalui buku pelajaran.
"Saya lebih ke ingin tahu, biar lebih paham saham itu apa. Soalnya selama ini tahunya cuma dari buku. Lagi pula kalau di sekolah kebanyakan belajar jurnal neraca. Di sini, kami lebih tahu semua cara kerja bursa efek," tutur siswi kelas XI SMK Bhakti Praja, Slawi, Anggi Dwi Ayu Setiani. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved