Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
STATISTIK Perbankan Syariah termutakhir memperlihatkan fenomena yang terus berlanjut, yakni menyusutnya jaringan perkantoran dari bank umum syariah (BUS), pun unit usaha syariah (UUS).
Dari data periode Mei yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan akhir Juli lalu, jumlah kantor BUS dan UUS menyusut menjadi 2.157. Pada Juni 2015 jumlahnya masih 2.413. BUS yang tahun lalu jaringan kantornya menembus 2.000-an, kini tinggal 1.800-an.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menilai fenomena itu bukan hal yang mengkhawatirkan. Ia pun tak melihatnya sebagai pertanda stagnasi atau bahkan penciut-an industri keuangan syariah yang gaungnya sedang dikuatkan para regulator.Paling tidak itu tecermin dari aset industri perbankan syariah yang terus tumbuh positif dari tahun ke tahun.
Menurutnya, saat ini posisi perbankan syariah sama dengan perbankan konvensional yang sedang terdampak perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pengurangan ja-ringan ialah upaya untuk mempertahankan efisiensi. Lagi pula, BUS atau UUS yang punya induk bank konvensional dimungkinkan untuk memanfaatkan jaringan induk sehingga tidak perlu membangun kantor baru yang dapat menguras biaya.
"Saya kira dalam 6 bulan terakhir ini lebih banyak melakukan konsolidasi, memperbaiki kualitas aset, memperbaiki struktur funding dan hal lain," jelas Muliaman di sela World Islamic Economic Forum Ke-12, kemarin (Selasa, 2/8).
Hasil konsolidasi di perbankan syariah diperkirakan Muliaman tampak menjelang akhir tahun ini. Ia berharap proses pemulihan akan menghasilkan pertumbuhan positif terhadap aset, minimal 6%.
Pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim menilai, meski kini pengembangan jaringan perbankan syariah seolah terbatas, industri keuangan syariah nasional masih menjadi praktik terbaik di dunia. "Kita ini penerbit global sovereign sukuk terbesar dan reguler. Jumlah nasabah dan profesional keuangan syariahnya juga terbesar di dunia," cetusnya.
Tantangan perbankan syariah saat ini, menurut Adi, memang tak terlepas dari keterbatasan permodalan. Namun, animo terhadap praktik perbankan syariah, ia lihat masih baik. Sejumlah bank pembangunan daerah seperti BPR Aceh dan BPR Nusa Tenggara Barat disebutnya kini beroperasi sebagai bank syariah dan mengonversi aset masing-masing senilai Rp20 triliun dan Rp7 triliun.
"Bank Sulselbar malah berencana spin off dan mengajak bank lain mendirikan bank Sulawesi syariah," klaimnya. (Dro/Fat/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved