Ancang-Ancang Menjadi Gerbang

Dero Iqbal Mahendra
03/8/2016 09:30
Ancang-Ancang Menjadi Gerbang
(Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat pertemuan World Islamic Economic Forum (WIEF) Ke-12 di Jakarta Convention Center---MI/ADAM DWI)

DEWASA ini pasar modal telah menjadi salah satu elemen utama sistem keuangan syariah di dunia. Di Indonesia pun, pengembangan pasar modal syariah menjelma prioritas dalam masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia, dengan visi suatu saat Indonesia menjadi hub perekonomian global berbasis islami tersebut.

Untuk meretas jalan ke sana, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Malaysia Berhad kemarin meneken nota kesepahaman pembentukan Pusat Pasar Modal Syariah Dunia. Proyeksinya, Pusat Pasar Modal Syariah Dunia itu akan menjadi gerbang utama penerbitan efek syariah global sekaligus pusat riset pengembangan struktur mikro pasar modal syariah internasional.

"Kami berharap kerja sama ini dapat mengembangkan instrumen dan produk dari pasar modal Islam sebagai acuan bagi ekonomi global," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio pada acara penandatanganan nota kesepahaman di sela-sela Forum Ekonomi Islam Dunia (World Islamic Economic Forum/WIEF) ke-12 di Jakarta, kemarin (Selasa, 2/8).

Melalui nota kesepahaman itu, lanjut dia, BEI dan Bursa Malaysia juga sepakat untuk mengembangkan pasar modal syariah melalui beberapa upaya termasuk studi bersama, pengembangan produk, kegiatan dan promosi, serta peningkatan sumber daya manusia.

Nota kesepahaman itu, lanjutnya, memperbarui nota kesepahaman yang telah dibuat kedua negara sebelumnya pada 1996. Terakhir kali nota kesepahaman itu diperbarui pada 2006.

Tito mengemukakan, berdasarkan laporan dari State of the Global Islamic Economy 2015, pada 2014 pasar keuangan syariah global diestimasi memiliki aset US$1,81 triliun. Pada 2020 jumlah aset itu diestimasi menjadi US$3,24 triliun.

"Malaysia pemegang 50% sukuk dunia, kita negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Kita berdua percaya kalau kita serumpun membuat studi, bersama membangun produk sekuritas, efek, dan sebagainya, kita bisa menjadi referensi," imbuh Tito.

Sementara itu, CEO Bursa Malaysia Berhad Tajuddin Bin Atan mengatakan MoU itu merupakan simbol formal dari iktikad baik kedua bursa untuk memperkaya penawaran di pasar modal syariah.

"Saya optimistis kerja sama ini dapat mendukung pertumbuhan pasar modal syariah untuk Malaysia dan Indonesia baik melalui perkembangan produk ataupun promosi pasar," ujarnya.

Di Indonesia, jumlah saham yang masuk indeks saham syariah Indonesia tumbuh sekitar 34% menjadi 318 dalam kurun 2011-2015. Di sisi lain, jumlah investor saham syariah meningkat 76%.

Walakin, jumlahnya masih terbilang kecil, sekitar 4.900 investor atau kurang lebih 1% dari total investor saham di Tanah Air pada akhir 2015. BEI menargetkan 5.000 investor baru di tahun ini.

Sukuk negara
Pemerintah Indonesia menginginkan lebih banyak penerbitan sukuk negara untuk membiayai proyek-proyek pembangunan di masa mendatang.

"Sekarang ini sukuk lebih banyak untuk budget financing, tapi ke depan kita ingin dorong sukuk untuk proyek (project financing)," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam forum serupa.

Dari data Kementerian Keuangan per 2 Juni 2016, total penerbitan sukuk negara telah mencapai Rp509,26 triliun dengan <>outstanding Rp395,29 triliun. Sebanyak 6,26%-nya berdenominasi dolar AS. Dengan besaran itu, Indonesia saat ini merupakan penerbit sukuk global terbesar dunia.

"Jadi kalau (Kementerian) Keuangan menyiapkan instrumennya, Bappenas nanti menyiapkan proyek apa yang kira-kira bagus untuk masuk sukuk untuk proyek ini," imbuh Bambang.

Menurut dia, persiapan tersebut diperlukan agar ketika sukuknya mulai jalan, proyeknya mengiringi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketika sudah ada sukuk untuk membiayai, proyeknya malah terhambat.

"Bukan tidak jalan, terlambatlah, masalah tanah, masalah izin segala macam, sehingga akhirnya pembiayaan yang sudah tersedia, sukuk itu jadi tidak terserap," kata eks menteri keuangan itu.

Maka itu, ia berharap akan ada persiapan yang lebih baik sehingga pemanfaatan sukuk untuk proyek-proyek pembangunan dapat lebih optimal di masa depan. (Ant/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya