Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN harga minyak kelapa sawit (CPO) di pasar global membuat PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengurangi produksi di enam bulan awal 2016. Pengurangan produksi dari 845 ribu ton di semester pertama 2015 dibandingkan 670 ribu ton (20,7%) membuat pendapatan bersih meluruh 12,2% dari Rp7,23 triliun menjadi Rp6,34 triliun.
"Itu disebabkan menurunnya volume penjualan produk CPO dan turunannya sebesar 8,1% dan harga jual rata-rata CPO sebesar 3,9% dari Rp7.642 per kg menjadi Rp7.342 per kg," ujar Presiden Direktur Astra Agro Widya Wiryawan di Jakarta, kemarin (Selasa, 2/8).
Selain itu, imbuhnya, produksi tandan buah segar (TBS) juga menurun dari 2,67 juta ton menjadi 2 juta ton dan pembelian TBS dari pihak ketiga juga turun dari 1,27 juta ton menjadi 1,10 juta ton. "Semoga semester 2 nanti lebih baik, setidaknya bisa sama dengan tahun lalu.
"Strategi ke depan, lanjut Widya, pihaknya menyasar penguatan di sektor hilir, mengingat produksi harus terus berjalan, namun tidak lagi diperbolehkan membuka lahan karena moratorium. Dugaan dia, target produksi 2016 akan turun 10% dari tahun lalu.
"Kami mendukung pemerintah tentang moratorium. Kami akan intensifikasi ke dalam, seperti replanting, memotong tanaman sawit yang menua, dan kami ganti yang baru," ucapnya. Pihaknya juga akan fokus memproduksi olein yang kapasitasnya baru 50% dari total CPO dan mengolah kernel menjadi palm kernel oil (PKO).
Sebelumnya, sang induk usaha PT Astra International Tbk menganggarkan modal belanja (capex) di 2017 sekitar Rp20 triliun. lebih besar daripada rata rata capex setiap tahun Rp10 triliun-Rp12 triliun.
"Sebagian besar untuk sektor infrastruktur seperti jalan tol, pembangunan pelabuhan, propertim, dan pembangkit, tidak untuk otomotif," ujar Chief of Corporate Communications, Social Responsibility and Security Astra International Pongki Pamungkas di Jakarta, Senin (1/8).
Sektor otomotif saat ini belum butuh tambahan modal. "Malah kapasitas produksi sudah besar meskipun saat ini belum optimal," tandasnya. (Try/Mus/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved