Produsen Rokok Tolak Rencana Penaikkan Cukai

Wibowo
03/8/2016 08:57
Produsen Rokok Tolak Rencana Penaikkan Cukai
(Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

KETUA Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO) Muhaimin Moefti menolak rencana pemerintah menaikkan cukai naik lagi pada tahun ini. Hal itu karena industri rokok sejak 2014 mengalami stagnan.

"Produksi semester 1 di tahun ini sekitar 156 miliar batang, ini mengalami penurunan 5% dibanding tahun lalu," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (3/8).

Hal itu diperkuat data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bahwa volume produksi hasil tembakau mengalami penurunan sebesar 4,8% menjadi 156 miliar batang di semester I 2016.

Menurutnya, industri semakin terbebani apabila kenaikan cukai diimplementasikan saat ini.

"Kondisi ini juga akan merusak cash flow," lanjutnya.

Moefti meminta pemerintah untuk mendukung industri rokok dalam kondisi penurunan ini.

"Kalau bisa, kenaikan cukai dilakukan ketika kondisi industri sudah membaik," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (FORMASI) Suhardjo sudah menolak rencana percepatan cukai ini.

"Kalau dinaikan lagi dalam satu atau dua bulan ini akan membuat daya beli masyarakat menurun,” terang Suharjo.

Ia mengakui bahwa saat ini pertumbuhan industri masih stagnan. Kondisi ini merupakan dampak dari pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20 Tahun 2015 yang mewajibkan industri untuk membayarkan cukai di tahun berjalan.

Dengan berlakunya peraturan tersebut, pendapatan cukai di Januari dan Februari 2016 sudah diambil di Desember 2015.

Selain itu, tekanan kenaikan tarif ini dikhawatirkan akan makin menyuburkan peredaran rokok ilegal.

Rencana kenaikan cukai untuk memenuhi target penerimaan tahun ini. Sampai dengan Juni 2016, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membukukan Rp43,7 triliun dari penerimaan cukai hasil tembakau, angka ini 27,26% lebih rendah dari capaian tahun lalu di periode yang sama. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya