Presiden Ajak Negara Islam Berkontribusi kepada Dunia

Rudy Polycarpus
02/8/2016 19:06
Presiden Ajak Negara Islam Berkontribusi kepada Dunia
(AFP/ADEK BERRY)

PRESIDEN Joko Widodo secara resmi membuka World Islamic Economic Forum (WIEF) di JCC, Jakarta, Selasa (2/8). Dalam gelaran kali ini, Jakarta bertindak sebagai tuan rumah bagi forum internasional yang telah diselenggarakan sebanyak 12 kali tersebut.

Dalam sambutannya di hadapan pemimpin negara-negara muslim, Presiden menyebut salah satu tantangan terbesar bagi masyarakat dunia dewasa ini ialah pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Selain itu, ancaman dari serangan teror dan situasi politik yang tak terprediksi turut memberikan tantangan besar bagi negara-negara di dunia.

"Kita melihat serangan teror, baik besar maupun kecil di berbagai belahan dunia. Situasi politik sejak awal abad ini juga merupakan yang paling tidak dapat diprediksi," kata Presiden.

Di tengah situasi dunia dewasa ini, Presiden berpendapat bahwa masyarakat muslim dunia dapat memanfaatkan kekuatan yang telah lama dimiliki. Kekuatan itu adalah keunggulan usia demografi masyarakat muslim dunia merupakan kekuatan yang menurut Presiden dapat dimanfaatkan lebih jauh.

"Situasi global ini, masyarakat muslim dunia harus gunakan kekuatan fundamental kita. Masyarakat muslim memiliki demografi paling baik dibanding kelompok agama lainnya. Rata-rata 23 tahun dan rata-rata tengah pemuda muslim dunia 33 tahun. Tapi kami harus diakui bahwa masyarakat muslim hadapi tantangan tingkat pengangguran yang tinggi khususnya di kaum muda kita," ujarnya.

Selain itu, sambung kepala negara, keuangan syariah, kuliner dan fesyen Islami, serta seni arsitektur Islam merupakan kekuatan lainnya yang semakin berkembang.

"Tapi kita belum cukup kuat di media, media sosial, dan teknologi. Oleh karenanya, di sana kita belum mampu memenangkan persaingan. Dan jika kita tidak mendidik dan melatih masyarakat kita, dunia akan semakin meninggalkan kita," tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden mengemukakan bahwa inovasi telah mengubah wajah dunia. Terhadap segala inovasi yang ada, Presiden menyerukan pemimpin negara-negara Islam untuk menggenjot inovasi sehingga memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakyat.

"Inovasi dapat membuat sejumlah orang menjadi sangat kaya. Tetapi hanya diri kita lah sebagai pemimpin yang dapat memastikan bahwa manfaat dari inovasi tersebut terbagi juga secara adil kepada masyarakat kurang mampu," serunya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya