Stabilitas politik dorong sektor ekonomi

Dero Iqbal Mahendra
02/8/2016 18:50
Stabilitas politik dorong sektor ekonomi
(ANTARA)

PERDANA Menteri Malaysia Najib Tun Abdul Razak menekankan pentingnya stabilitas politik di suatu negara guna mencapai suatu kemajuan ekonomi. Hal tersebut menurutnya hal tersebut dapat di lihat di wilayah Timur Tengah yang saat ini banyak terjadi gonjang ganjing ekonomi dan politik.

"Sebaliknya negara yang penduduknya mayoritas muslim seperti Indonesia dan Malaysia yang tidak terintervensi pihak asing telah menjadi oase kedamaian dan stabilitas. Untuk itu para pemimpin dunia harus bekerja sama dan mendukung keterbukaan dunia dalam kolaborasi," terang Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Abdul Razak dalam pidatonya di World Islamic Economic Forum di Jakarta, Selasa (2/8).

Najib melihat bila negara- negara muslim perlu bersatu dalam menghadapi persoalan global baik politik, ekonomi hingga persoalan keamanan global. Dirinya memandang saat ini ekonomi Eropa masih belum pulih sepenuhnya namun sudah kembali dihadapkan dengan ketidakstabilan baru dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan juga kepada ekonomi global.

Di sisi lain ia melihat bahwa ekonomi muslim tumbuh hampir dua kali lipat dalam skala global pada 2014 / 2015. Selain itu dirinya juga memperkirakan tingkat konsumsi negara muslim akan mencapai mencapai US$ 2,6 triliun pada 2020 nanti.

"Begitu juga dengan ASEAN secara keseluruhn, pertumbuhan GDP tumbuh hingga 4,5% pada tahun lalu ditengah ketidak stabilan ekonomi yang bahkan di 2016 ini diharapkan bisa tumbuh lebih tinggi lagi di 2016 ini," ujar Najib.

Dirinya membandingkan mengapa pertumbuhan ekonomi Eropa tidak sebaik ASEAN, dengan laju pertumbuhan ekonomi Eropa yang sangat lambat ditambah dengan European Cenntral Bank mengeluarkan suku bunga baru pada 2014. Sedangkan ASEAN mampu tumbuh stabil dengan PDB gabungan sebesar US$2,6 triliun di 2015 yang menjadikannya ekonomi ke 7 terbesar di dunia.

Alasan lainnya ASEAN telah menjadi hub global yang besar untuk manufaktur dan juga perdagangan global. ASEAN saat ini juga menjadi salah satu tempat dengan pertumbuhan pasar konsumen terbesar di dunia.

"Ekonomi syariah global sangat besar, dengan banyak pengusaha muslim yang semakin aktif sebagai investor dan produsen di manufaktur, perbankan, perdagangan, dan supliers. Begitu juga dengan peningkatan pengeluaran terhadap permintaan keuangan syariah, investasi, jasa asuransi syariah, produk halal, pakaian sopan dan juga pariwisata halal," ujar Najib.

Bahkan dari non muslim juga terpengaruh dengan ekonomi syariah serta gaya hidup muslim. Hal ini tentunya membuka kesempatan dibukanya dialog dengan pihak barat yang tertarik terhadap beberapa sektor dalam hubungan ekonomi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya