Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Enggartiasto ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk menstabilkan harga pangan. Salah satu kiatnya adalah mendorong investasi di sektor pangan.
Enggartiasto mengatakan harga pangan memang bisa stabil jika stok untuk kebutuhan masyarakat mampu terpenuhi. Namun, keadaan tersebut tidak luput dari kegiatan investasi di sektor pangan.
"Kita tidak bisa stabilkan harga tanpa investasi. Jadi tetap ada ketergantungan," tukas Enggartiasto usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia di Jakarta, Selasa (2/8).
Dengan infrastruktur pangan yang lebih banyak dan modern, Enggartiasto menilai proses produksi bisa lebih efisien, sehingga harga bisa lebih stabil.
Dia pun berjanji akan memberikan keleluasaan berinvestasi kepada para pelaku usaha yang mau membangun infrastruktur pangan.
Namun, Enggartiasto mensyaratkan pengusaha yang berinvestasi di sektor pangan tidak boleh meraup untung terlalu besar. Pemerintah bakal menjamin keberlangsungan usaha dengan syarat margin keuntungan yang tidak terlalu besar.
"Kita akan berikan jaminan investasi karena kita tidak bisa tergantung saja dari impor, tapi harus ada kompensasi berupa komitmennya untuk investasi di sektor kebutuhan pokok itu dan untung yang tidak terlalu besar," imbuh Enggartiasto.
Meski demikian, politikus Partai NasDem itu tetap menilai data pangan juga harus sama antar kementerian dan lembaga. Dengan demikian, pihaknya bisa memprediksi berapa kekurangan stok pangan untuk kegiatan importisasi.
Dia menandaskan bakal memperbaiki data pangan bersama Kementerian Peratanian dan akan menggunakan data hanya dari Badan Pusat Statistik dalam setiap pengambilan kebijakan.
"Kita akan duduk bersama dengan Kementerian Pertanian dan kita akan ambil data BPS berapa kebutuhan yang sebenanya. Yang pasti yang diminta Pak Presiden, masyarakat dapat harga yang stabil, ekonomi masyarakat meningkat, dan tidak merugikan," pungkas Enggartiasto.
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengaku juga diberi tugas oleh Presiden Jokowi untuk menggenjot investasi di sektor pangan. Lembong menilai sulitnya harga pangan untuk turun selama ini karena rendahnya investasi di sektor tersebut.
Dia mencontohkan bakal membuka lebar investor yang mau membangun pergudangan, memodernisasi rumah potong hewan (RPH), dan modernisasi tempat penggilingan beras. Dengan begitu, proses produksi dan pengolahan dinilai Lembong bisa lebih efisien.
"Setelah setahun saya bekerja di Kementerian Perdagangan, saya jadi hapal kendala di rantai pasok dan produksi. Dan solusinya ya investasi. Inefisiensi yang tinggi di pangan saat ini adalah peluang di investasi. Kalau efisien, harga bisa murah dan lebih menguntungkan bisnis," pungkas Lembong. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved