Malaysia akan Ringankan Biaya Ekspansi Perbankan RI

MI
02/8/2016 11:15
Malaysia akan Ringankan Biaya Ekspansi Perbankan RI
(Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad (kanan) bertukar nota kesepahaman dengan Gubernur Bank Negara Malaysia Muhammad bin Ibrahim (kiri)---ANTARA/Puspa Perwitasari)

OTORITAS keuangan Malaysia, Bank Negara Malaysia (BNM), akan meringankan syarat dan biaya operasional perbankan Indonesia yang ekspansi ke negeri jiran itu. Kemudahan tercapai setelah penandatanganan kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Malaysia dalam Kerangka Integrasi Perbankan ASEAN (ASEAN Banking Integration Framewiork/ABIF).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menandatangani perjanjian bilateral dengan Gubernur BNM Datuk Muhammad bin Ibrahim, disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Pertemuan Konsultasi Tahunan Indonesia dan Malaysia XI di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (Senin, 1/).

"Perbankan Indonesia akan diperlakukan setara seperti domestic bank (di Malaysia), bukan lagi foreign bank (bank asing)," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Mulya Siregar.

Sesuai dengan kerangka ABIF, lanjut Mulya, bank di Indonesia yang akan diizinkan untuk mendirikan perusahaan perbankan di Malaysia ialah bank yang termasuk qualified ASEAN Bank (QAB).

"Dengan syarat seperti itu, yang paling memungkinkan ialah bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV," ujarnya.

Bank dalam BUKU IV adalah bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp30 triliun. Ada empat bank di Indonesia yang masuk BUKU IV, yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Central Asia (BCA).

Ia memastikan tiga bank, yaitu Mandiri, BRI, dan BNI, telah menyatakan minat mereka untuk berekspansi ke Malaysia. "Hanya BCA yang tidak tertarik."

Dengan kesepakatan kerangka ABIF ini, biaya yang dikenakan kepada perbankan Indonesia pun akan lebih murah. Syarat modal yang dibebankan tetap sebesar 300 juta ringgit Malaysia. Namun, kata Mulya, tarif administrasi (admission fee) untuk perbankan Indonesia nantinya turun dari 10,4 juta ringgit menjadi 5,2 juta ringgit.(Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya