Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA waktu belakangan ini, blusukan Presiden Joko Widodo agak berbeda dari biasanya. Bukan dari pasar ke pasar menyapa pedagang kecil, melainkan menyambangi gedung-gedung sejuk berpendingin udara menemui para pengusaha yang sebagian merupakan wajib pajak kelas kakap.
Presiden Jokowi kini memang tengah getol menyosialisasikan salah satu program ambisiusnya, yakni tax amnesty alias pengampunan pajak, demi menarik dana ribuan triliun kembali ke Tanah Air. Setelah Surabaya dan Medan, kemarin giliran pengusaha Jakarta yang dikumpulkan Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, untuk berbagi informasi soal amnesti pajak.
Sejak siang, antusiasme pengusaha untuk tahu lebih banyak berbagai informasi terkait tax amnesty sudah terlihat. Di tengah cuaca yang terik, bos-bos perusahaan itu mau saja berbaris mengikuti antrean prosedur keamanan kepresidenan yang hanya dibuka tiga pintu.
"Saya sengaja datang untuk mendapatkan informasi yang detail terkait tax amnesty ini," ujar Rachmat Sutiono, salah satu peserta sosialisasi yang merupakan Presiden Direktur PT Funworld Prima kepada Media Indonesia.
Rachmat hanyalah satu dari sekitar 10 ribu orang yang dilaporkan hadir di acara tersebut. Pantaslah bila Presiden Jokowi pun mengaku sempat terkaget-kaget dengan kehebohan suasana Hall D2 JIExpo.
"Di sini saya diberi tahu yang hadir nanti 5.000 orang. Itu saja sudah kebayang banyak banget. Tadi dilapori lagi yang hadir 10 ribu orang. Saya sampai ke belakang mau buktikan bener enggak. Ternyata sampai belakang memang penuh," ungkap Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan peserta sosialisasi yang memenuhi gedung konvensi di kawasan eks bandara Kemayoran itu.
Ia bercerita hal yang sama juga terjadi saat sosialisasi di Surabaya dan Medan. "Saya kaget, waktu di Surabaya saya diberi tahu undangan 2.000, yang datang 2.700. Ke Medan undangan 3.000, yang hadir 3.500," terang Jokowi dalam acara yang dipandu komedian Cak Lontong itu.
Setelah menjelaskan panjang lebar tentang urgensi serta manfaat yang bisa diperoleh dari program pengampunan pajak, ditimpali pula oleh pemaparan lebih teknis dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Presiden kemudian mengenalkan saluran telepon khusus yang bisa dihubungi jika wajib pajak mempunyai keluhan terkait dengan program pengampunan pajak. Nomornya ialah 08112283333.
"Tapi jangan tanya cara mengisi form tax amnesty, itu bisa langsung ke KPP. Kalau telepon ke sini bilang, misalnya saya diperas, Pak," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Saluran telepon hotline itu, kata Presiden, untuk lebih meyakinkan wajib pajak mengikuti amnesti pajak.
Para pengusaha, seperti dikatakan Rachmat Sutiono, menilai uraian yang diberikan selama sosialisasi cukup menjelaskan, termasuk penegasan dari Presiden dan Menteri Keuangan. "Pengusaha sangat terbantu dengan program ini, jadi tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi ke depannya."
Namun, menurutnya, pengusaha memerlukan tambahan waktu untuk periode pertama ini karena mereka praktis hanya punya waktu 2 bulan dalam mengurus pengampunan pajaknya. (Dro/Pol/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved