Bermitra, BRI-Union Pay Incar Turis Tiongkok

MI
02/8/2016 10:30
Bermitra, BRI-Union Pay Incar Turis Tiongkok
(Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto---ANTARA/Agus Setyawan)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, kemarin (Senin, 1/8), meneken nota kesepahaman (MoU) bersama Union Pay International (UPI). Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu memacu pertumbuhan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia.

Menurut Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto, kolaborasi di antara keduanya itu memungkinkan kartu kredit Union Pay dipakai bertransaksi di jaringan ATM BRI, pun perangkat electronic data capture (EDC) bank pelat merah tersebut.

"Kami akan kembangkan sebagai layanan, terutama bagi wisatawan Tiongkok di Indonesia agar mereka bisa menarik uang tunai melalui ATM. Ke depan, tiga bulan setelah ini, kami akan mengembangkan agar kartu dengan logo Union Pay juga bisa digunakan pada mesin EDC," tuturnya seusai penandatanganan MoU di Jakarta.

Awal implementasi percobaan dengan UPI, kata Sis, memang hanya 55 transaksi pada Januari 2016, dan bertahap tiap bulan bertambah hingga setelah MoU mencapai 9.500 transaksi pada Juni. Total transaksi sekarang sudah 18.733 transaksi dengan nilai Rp25,44 miliar.

Pihaknya berharap para turis Tiongkok dan 44 negara lain tempat Union Pay diterbitkan, termasuk Eropa dan Singapura, akan semakin nyaman bertransaksi melalui ATM ataupun merchant BRI saat berwisata di Indonesia.

Saat ini, BRI memiliki jaring-an 22,792 ATM dan 213.198 EDC merchant yang tersebar di Indonesia. BRI berencana menambah sebanyak 35 ribu merchant tiap tahun.

"Saya yakin ke depan bisa mencapai 20 ribu transaksi per bulan, apalagi dengan EDC merchant. Ini juga sejalan dengan program pemerintah meningkatkan kunjungan wisman (wisatawan mancanegara)," imbuh Sis.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan kunjungan 2 juta wisman asal Tiongkok pada 2016 dan 10 juta pada 2019.

Union Pay dikenal sebagai penyedia layanan pembayaran internasional dengan kurang lebih 58 juta kartu diterbitkan di lebih dari 40 negara dan wilayah. Hingga Juni 2016, volume transaksi kartu kredit Union Pay di luar Tiongkok naik sekitar 40% year on year (yoy) dan menyumbang hampir separuh dari bisnis internasional mereka.

"Kami tidak hanya memfasilitasi warga Tiongkok yang ingin bepergian ke luar negeri, tapi juga menyediakan layanan yang komprehensif dan aman bagi para nasabah kami," ujar CEO Union Pay International Cai Jianbo seperti dilansir Antara, beberapa waktu lalu.(Try/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya