Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARUH pertama 2016 menjadi periode penuh tantangan di industri penerbangan. Hal itu membuat maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (persero) Tbk memacu kinerja di semester kedua dengan sejumlah strategi, seperti menambah armada dan memperluas rute penerbangan.
"Persaingan industri penerbangan ketat, ada price war. Di domestik terjadi penurunan yield rata-rata 10% ketimbang 2015. Namun, apa yang terjadi ini menjadi fondasi pertumbuhan di masa depan," tutur Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo dalam konferensi pers di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, kemarin (Senin, 1/8).
Sepanjang semester I 2016, kinerja keuangan emiten berkode GIAA itu merugi US$63,2 juta. Pendapatan tahun berjalan sebesar US$1,764 miliar, menurun 4,1% ketimbang 2015 sebesar US$1,84 miliar. "Kita masih butuh dana untuk memperkuat utilitas pesawat, karena tahun ini akan ada 17 pesawat baru. Semester I sudah deploy 9 pesawat," imbuhnya.
Pesawat baru itu terdiri dari 1 unit Boeing 777-300 ER, 4 unit Airbus A 330-300, dan 4 unit ATR 72-600 untuk Garuda, sedangkan 8 unit Airbus A 320 difungsikan untuk Citilink.
Saat ini, Garuda Indonesia Group mengoperasikan 194 pesawat dengan rata-rata usia pesawat 5 tahun. Perseroan memberangkatkan 16,5 juta penumpang, meningkat 4,4% dari periode sama 2015 sebanyak 15,9 juta penumpang.
Sementara itu, frekuensi penerbangan meningkat 9,3% dengan 133 ribu penerbangan jik dibandingkan dengan 2015, yaitu 122.403 penerbangan. "On time performance meningkat 91,3%, tingkat isian penumpang 70,8% sehingga pangsa pasar Garuda di domestik masih mencapai 40,5% dan 26,5% untuk pasar internasional," urainya.
Perseroan pun membentuk direktorat kargo untuk menekuni bisnis pengangkutan yang berkontribusi US$107,78 juta atau meningkat 8% di 6 bulan pertama 2016. Jumlah kargo yang diterbangkan mencapai 198.354 ton, naik 12,6% ketimbang 2015 sebanyak 176.123 ton.
Garuda juga akan menjadi maskapai pertama yang memakai Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang berkapasitas 25 juta penumpang itu. Direktur Operasi Garuda Indonesia Novianto Herupratomo menyebut, mulai kemarin, Garuda melakukan simulasi setelah melakukan uji coba. "Terminal 3 akan menjadi bagian penting bisnis Garuda, karena akan menjadi hub transit terbesar di Indonesia."
Panggil Lion Air
Hari ini, Kemenhub memanggil Lion Air guna meminta klarifikasi terkait dengan keterlambatan penerbangan yang terjadi pada Minggu (31/7) dan kemarin. "Menhub (Budi Karya Sumadi) akan bertemu Lion Air pukul 10.00 WIB," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pramuraharjo di Jakarta, kemarin.
Alasan keterlambatan tersebut ialah jam operasional Bandara Juanda, Surabaya, hanya sampai pukul 22.00 WIB. Padahal, Kemenhub sudah mengeluarkan perintah agar jam operasional di Bandara Juanda diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB selama masa perbaikan.
Sebelumnya, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menyatakan mulai kemarin pihaknya telah menerbangkan seluruh penumpang yang terdampak delay panjang.(Pra/HS/AU/Ant/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved