RI-Turki Perkuat Kerja Sama Perdagangan

Wan/E-3
02/8/2015 00:00
RI-Turki Perkuat Kerja Sama Perdagangan
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)
INDONESIA dan Turki menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk meningkatkan kerja sama pada sektor perdagangan dan investasi.

Penandatanganan MoU tersebut diwakili oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulistyo, dan Ketua Dis Ekonomik Iliskiler Kurulu (DEIK) atau Hubungan Ekonomi Internasional Turki Omer Cihad Vardan pada Indonesia-Turkey Business Forum, di Jakarta, kemarin.

Pada forum tersebut, juga dilakukan business matching di beberapa produk, seperti produk makanan dan pertanian, kayu, dan kehutanan, mesin, tambang dan batu alam, bahan konstruksi, garmen, furnitur, besi dan baja, otomotif, dan lainnya.

Di bidang perdagangan, Turki yang merupakan negara mitra dagang Indonesia ke tujuh di kawasan Eropa telah mencapai total perdagangan US$2,47 miliar (sekitar Rp32,11 triliun) pada 2014.

Sementara surplus yang diperoleh Indonesia dari perdagangan sekitar US$415 juta (Rp5,395 truliun).

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel berharap total perdagangan antara kedua negara dapat meningkat tiga kali lipat hingga 2019.

Sektor yang perdagangan yang akan ditingkatkan, antara lain, tekstil, gula, dan terigu.

"Kita akan melihat kekuatan produk kita untuk kita isi ke pasar di Turki. Bukan hanya Turki, melainkan ke negara-negara lain, tapi entry-nya dari Turki," ujar Rachmat.

Adapun mengenai nilai surplus yang akan dicapai, Rachmat menyatakan hal tersebut tergantung produk yang akan diperdagangkan.

Hingga 2014, total investasi Turki di Indonesia mencapai US$64,1 juta (Rp833,300 miliar) pada 29 proyek.

Angka tersebut meningkat signifikan dari US$11,7 juta (Rp152,1 miliar) pada 2013 di 22 proyek.

Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, mengajak sekitar 300 pebisnis asal Turki yang hadir di forum tersebut untuk segera berinvestasi di Indonesia.

"Tahun ini kami akan membangun 35 ribu megawatt. Kami sudah bicara dengan Erdogan tentang potensi geothermal. Setelah kita rampungkan ini, Indonesia masih butuh membangun sampai 200 ribu megawatt. Saya yakin pebisnis Turki pasti bisa," papar Sofyan di forum tersebut.

Turki menyambut hangat peningkatan kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

"Ada potensi besar yang sebenarnya belum dimanfaatkan. Sebanyak 250 juta penduduk Indonesia, sama seperti Turki yang juga sekitar 85 juta penduduk, dan ekonomi kita kira-kira hampir sama dan besar," kata ketua umum DEIK Omer Cihad Vardan.

Di sisi lain, Indonesia dan Turki kembali membahas kesepakatan perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara kedua negara.

"FTA kan penting buat akses pasar produk-produk Indonesia, potensi ekspor kita cukup besar," jelas Sofyan Djalil.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya