Ruang Pelonggaran Moneter Luas

Fathia Nurul Haq
01/8/2016 16:37
Ruang Pelonggaran Moneter Luas
(ANTARA)

TINGKAT inflasi Juli yang rendah mendapat respon positif dari otoritas moneter. Meski begitu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menekankan pemerintah dan Bank Indonesia akan terus melanjutkan koordinasinya untuk menjaga tingkat inflasi tidak melampaui 4%.

"Kondisi inflasi ini baik sehingga lebih meyakinkan kita bahwa inflasi Indonesia tahun 2016 bisa dibawah 4%," ujar Agus ditemui disela acara Managing Stability and Growth under Economic and Monetary Divergence di Bali, Senin (1/8).

Inflasi tahun berjalan nasional saat ini 1,76% atau 3,21% year-on-year. Agus berharap angka ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun dengan koordinasi yang baik dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 3-4 Agustus nanti. Agus menyebutkan rapat koordinasi nasional itu akan dipimpin langsung oleh presiden dan diikuti 14 menteri dan seluruh kepala daerah di Indonesia.

Fokus utama dalam koordinasi tersebut masih terkait dengan harga bahan pangan yang fluktuatif.

"Tantangan utama kita kan folatile food, di beberapa daerah terkendali tapi di daerah lain tinggi sekali. Koordiasi penting untuk memastikan ketersediaan terjaga dan distribusi berjalan baik. Nanti dalam rapat semua arahan presiden tahun lalu akan direview," jelas Agus.

Jika tingkat inflasi terjaga dengan baik, transmisi pelonggaran moneter dapat lebih optimal. Ini terlebih lantaran terhitung sejak 19 Agustus nanti peran suku bunga acuan Bank Indonesia akan digantikan dengan 7 Days Repo Rate (7DRR).

"Sekarang ada tim kita yang sedang keliling untuk menjelaskan pada dunia rencana kita (mengganti BI Rate dengan 7DRR). KIta harapkan nanti 7DRR membuat transmisi kebijakan kita lebih efektif, kita bisa membangun term structure yang lebih sehat untuk pertumbuhan," tutup Agus. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya