Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di Indonesia selama semester I 2016 mencapai Rp298,1 triliun. Capaian realisasi itu sudah 50,1% dari target tahun ini yang sebesar Rp594,8 triliun. Kepala BKPM, Thomas Lembong, menyebut realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) selama Januari-Juni 2016 naik 20%, sedangkan realisasi naik 12,3% dari periode serupa di tahun lalu. Menurut Lembong, pertumbuhan realisasi PMDN sangat penting karena hal itu bisa memancing PMA lebih besar lagi. "Realisasi PMDN penting karena asing pasti akan lihat dulu orang Indonesia sendiri mau investasi enggak? Kalau tidak, kan mereka juga tidak akan percaya. Di sini kita lihat kepercayaan pengusaha Indonesia sudah naik. Jadi, ke depan bisa menular ke realisasi PMA," ucap Lembong saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, kemarin (29/7). Sementara itu, realisasi investasi di luar Jawa naik 17,7% menjadi Rp135,5 triliun selama Januari-Juni 2016.
Dalam periode yang sama, realisasi investasi di Jawa naik 12,4% menjadi Rp162,6 triliun. Meski begitu, investasi di Jawa masih mendominasi, dengan pangsa 54,5%.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menambahkan peningkatan realisasi investasi di luar Jawa banyak terjadi di sektor pengelolaan sumber daya alam. Realisasi investasi itu kebanyakan di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. "Pengelolaan minyak kelapa sawit banyak di luar Jawa," kata dia. Karena melihat capaian-capaian pada semester I, Azhar memprediksi target realisasi hingga akhir 2016 bisa tercapai. Terkait dengan sektor investasi, BKPM melihat peran industri makanan terbilang moncer. Pada semester I lalu, industri makanan menjadi kontributor terbesar dalam realisasi PMDN. Untuk PMA, industri makanan masuk lima penyumbang terbesar.
Performa itu dianggap Lembong menggembirakan karena industri makanan dan minuman jarang berandil besar terhadap realisasi investasi. "Industri makanan dan minuman atau pangan kita lihat bagus, dan sidang kabinet paripurna pertama setelah reshuffle kabinet kedua kemarin menetapkan kita akan fokus ke pangan," ujar Lembong. Menurutnya, Presiden Joko Widodo masih tidak puas dengan capaian harga dan pasokan pangan sampai masa Lebaran usai. Hal itu dinilainya turut terkait dengan rendahnya investasi di sektor bersangkutan. Karena itu, dirinya mendapat mandat dari Presiden untuk menggenjot investasi di sektor pangan.
Dia mencontohkan bakal membuka peluang bagi investor yang mau membangun pergudangan, memodernisasi rumah potong hewan, dan memodernisasi tempat penggilingan beras. Dengan begitu, proses produksi dan pengolahan bisa lebih efisien. "Inefisiensi yang tinggi di pangan kita saat ini peluang di investasi. Kalau efisien, harga bisa murah dan lebih menguntungkan bisnis," pungkas Lembong.
Transportasi
Di tempat terpisah, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berencana mendorong investor swasta untuk bergabung dalam pengelolaan sarana dan prasarana transportasi di semua moda angkutan. Ia menjanjikan kemudahan bagi investor, termasuk kesiapannya melonggarkan aturan yang mungkin dianggap memberatkan. Salah satu segmen yang dinilainya perlu keterlibatan swasta ialah pengelolaan transportasi di tempat-tempat wisata. "Kita kasih trade off, project menguntungkan, ada keharusan, tapi untuk penambahan moda yang sekarang ini mungkin sekarang belum efisien. Ada cruise (kapal pesiar), Pelindo III bisa develop itu kalau bisa diusahakan," tutupnya
(Adi/Ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved