Molor,Waktu Lelang Kilang Bontang

(Tes/E-2)
29/7/2016 04:30
Molor,Waktu Lelang Kilang Bontang
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

PEMERINTAH berupaya mempercepat pembangunan sejumlah kilang minyak strategis guna menekan ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM). Dua kilang yang akan segera dibangun tahun ini ialah Kilang Bontang di Kalimantan Timur dan Kilang Tuban di Jawa Timur. Pembangunan kilang dilakukan melalui mekanisme skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan Pertamina sebagai penanggung jawab proyek. Saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin, Direktur Pembinaan Hilir Setyorini Tri Hutami menjelaskan, untuk Kilang Bontang, pihaknya kini tengah mempersiapkan dokumen lelang. Targetnya proyek kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph) itu dapat dilelang tahun depan. "Konsultan Kementerian Keuangan sedang menyusun dokumen-dokumen yang diperlukan untuk lelang. Tahap penyusunan dokumen dibutuhkan waktu setahun," ujar Rini.

Target lelang itu terbilang mundur. Semula, lelang ditargetkan berjalan medio 2016. Dia berkilah, untuk membangun proyek dengan nilai US$12 miliar-US$15 miliar, dibutuhkan dokumen lelang yang matang agar menarik di mata investor. "Investasinya sih internal rate of return (IRR) masih 10%-11%, mirip dengan Kilang Tuban, ya cukuplah," imbuh dia. Sampai saat ini Rini mengakui belum ada investor yang menyatakan minat terlibat dalam pembangunan Kilang Bontang. Adapun proyek Kilang Tuban yang digarap Pertamina dan Open Joint-Stock Company (OSJC) Rosneft, sebagai pemenang lelang, masih proses pembebasan lahan. Pasalnya, terang Rini, ada rencana pembangunan pelabuhan di lokasi serupa oleh Pemprov Jawa Timur. "Kita sedang komunikasikan dengan Pemprov Jatim. Sepertinya kita yang akan pakai karena ini kan proyek strategis," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM yang baru dilantik, Arcandra Tahar, memberi sinyal pengutamaan pengembangan lapangan migas di lepas pantai (off shore) dan laut dalam (deep water). Dirjen Migas Wiratmaja Puja menyebut sekitar 70% potensi migas di Tanah Air ada di cekungan tersier lepas pantai dan lebih dari separuhnya di laut dalam. "Cekungan geologi yang mengandung migas di laut dalam. Itu yang harus kita eksplorasi." Pihaknya tengah menjajaki skema insentif agar investasi migas di laut dalam Indonesia lebih menarik. Sejauh ini, baru Chevron yang berkomitmen mengembangkan proyek Indonesia Deepwater Development di Kalimantan Timur.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya