Rotan Akan Jadi Fokus Ekspor

Gabriela Jessica Restiana Sihite
28/7/2016 16:56
Rotan Akan Jadi Fokus Ekspor
(ANTARA)

MESKI kepemimpinan sudah berganti, peningkatan ekspor bakal tetap dilakukan Kementerian Perdagangan.

Melanjutkan kebijakan mantan menteri perdagangan sebelum-sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan ekspor harus tetap ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang masih melemah saat ini bukan menjadi alasan ekspor Indonesia harus meredup. Pemerintah dan pengusaha mesti bisa mencari peluang di tengah kondisi apapun.

"Seperti 1998 dulu. Ada yang terpuruk, tapi ada pula yang kaya mendadak. Jadi ekspor di tengah kondisi global seperti sekarang tinggal bagaimana kita melihat kesempatan yang ada," ucap Enggartiasto saat berbincang dengan media di kantornya, Kamis (28/7).

Namun, dia belum membuat target ekspor layaknya mantan Mendag Rachmat Gobel yang membuat target pertumbuhan ekspor sebesar sebesar 300%.

Enggartiasto menilai masih akan mengkaji hal tersebut, termasuk jenis komoditas unggulan dan negara sasaran ekspor Indonesia.

Kendati demikian, politisi Partai NasDem tersebut mengatakan bakal menggenjot ekspor rotan dan produk turunannya.

"Memang tidak semua menerima rotan, tapi masih ada marketnya. Di kampung saya itu banyak yang menolak ekspor rotan, tapi yang memproduksi barang dari rotan tidak ada yang menyerap. Nah nanti kita akan coba pelajari negara mana yang masih membutuhkan rotan dan kita akan menuju ke sana," papar Enggartiasto.

Dia pun menuturkan bakal bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mencari peluang ekspor dan negara tujuan ekspor baru. Selain itu, Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) yang ada bakal diminta untuk terus mempromosikan barang dan jasa Indonesia.

"Kalau negara yang belum ada ITPC, kita akan minta perwakilan Kementerian Luar Negeri di sana untuk promosikan komoditas dan barang kita," pungkas Enggartiasto. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya