Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI rotan se-Kalimantan mengancam akan memghentikan produksi, menyusul belum diresponnya protes mereka oleh pemerintah. Larangan ekspor rotan mentah dan produk rotan dinilai menjadi pemicu anjloknya harga rotan yang menyebabkan petani merugi.
Hingga kini, pemerintah masih memberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 35/2011 tentang ketentuan larangan ekspor rotan dan produk rotan.
Kebijakan itu dinilai merugikan para petani rotan, pengepul, dan industri hilir rotan karena harga jual yang rendah dan tidak bisa menutupi biaya operasional.
Sekretaris Jenderal Perkumpulan Petani, Pedagang dan Industri Rotan Kalimantan Irwan Riady, Kamis (28/7), mengungkapkan beragam upaya sudah dilakukan termasuk protes langsung ke Kementerian Perdagangan namun belum mendapat respon positif.
"Regulasi yang melarang ekspor rotan menjadi penyebab anjloknya harga rotan," tuturnya.
Harga rotan saat ini hanya Rp1.500 per kilogram. Jika dihitung penghasilan petani dan buruh rotan per harinya tidak lebih dari Rp50.000. Sementara biaya operasional bisa mencapai Rp100.000. Sedangkan di pasaran ekspor harga rotan ini berkisar US$9.
Menurut Irwan, Permendag itu hanya menguntungkan kartel rotan yang dikendalikan investor asing. Karena itu pihaknya mengancam menghentikan produksi dan pasokan dalam negeri.
"Kita akan menghentikan produksi jika Permendag tidak direvisi," tegasnya.
Produk rotan Kalimantan pernah berjaya pada era 2000-an hingga 2011 dengan volume ekspor mencapai 4.500 ton per bulan. Ekspor rotan Kalimantan terbesar adalah ke Tiongkok dan India.
Namun, pascaterbitnya Permendag 35/2011, bisnis hulu dan hilir rotan anjlok. Sejatinya larangan ekspor rotan yang diterbitkan pemerintah ini dalam rangka mendukung hilirisasi industri untuk mengejar nilai tambah, mengembangkan kreativitas produk rotan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved