Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan hasil tangkapan ikan di Laut Natuna, Kepulauan Riau, mencapai 400 ribu ton per tahun. Saat ini, hasil ikan di bawah 100 ribu ton per tahun akibat minimnya kapal nelayan yang menangkap ikan di laut perbatasan itu.
“Saat ini sudah ada 400 kapal dari pantai utara Jawa yang dipindah ke Laut Natuna dengan jarak di atas 12 mil dari daratan Kepulauan Natuna,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, kemarin (Selasa, 26/7).
Armada itu merupakan kapal berkapasitas besar, minimal 70 gross tonage (GT). Susi pun berencana memindahkan lagi 150 kapal dan memberi izin sampai 1.000 kapal nelayan untuk pindah ke Laut Natuna. “Nilai ekonomisnya menurut perhitungan sampai 400 ribu ton per tahun.”
Saat ini, 400 nelayan yang dipindahkan dari pantura masih kembali mendarat setelah menangkap ikan. “Setelah sentra perikanan terpadu di Selat Lampa kelar dibangun, kapal-kapal nelayan tidak perlu lagi pulang ke Jawa dan bisa membongkar hasil tangkapan di Natuna. Jadi, Natuna mendapat benefit,” paparnya.
Untuk itu, KKP menganggarkan Rp60 miliar bagi pembangunan sentra perikanan tangkap dan peng-olahan di Laut Natuna. Anggaran itu digunakan untuk membangun tempat pelelangan ikan (TPI) dan satu tempat penyimpanan (cold storage) berkapasitas 200 ton. “Total anggaran Rp300 miliar hingga 2017,” ujar Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja.
Untuk pengembangan Laut Natuna dalam dua tahun ke depan, pihaknya akan meyediakan masing-masing 100 unit kapal nelayan 5 GT dan 10 GT, 200 alat tangkap 200 unit, dan pemberian asuransi kepada 4.000 nelayan.
Selain itu, pengadaan cold storage berkapasitas 3.000 ton, 1 SPDN, 1 mobil pendingin, instalasi karantina ikan, dan pelatihan kepada 2.000 mayarakat akan dilakukan pada 2017.
Direktur Jenderal Perikan-an Budi Daya Slamet Soebjakto menambahkan, alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar selama dua tahun akan dipakai membangun pabrik pengolahan rumput laut, pengadaan keramba jaring apung, serta bibit rumput laut dan kerapu. (Jes/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved