Kekhawatiran Konsumen Meningkat

Wan/E-1
30/7/2015 00:00
Kekhawatiran Konsumen Meningkat
()
TINGKAT optimisme konsumen di Indonesia untuk membelanjakan uang menurun di kuartal II 2015.

Hasil studi Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions mengungkapkan kekhawatiran konsumen terhadap keadaan ekonomi meningkat jika dibandingkan dengan kuartal I.

Direktur Utama The Nielsen Company Indonesia Agus Nurudin menyebutkan 37% responden menyatakan khawatir terhadap keadaan ekonomi nasional, bertambah bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebanyak 33%.

Itu diikuti kekhawatiran masyarakat terhadap masalah kesehatan dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan.

"(Pertumbuhan ekonomi) kita turun dari 5% ke 4,7%. Itu masyarakat merasakan sekali pengaruhnya. Jadi, mereka sangat khawatir, ini ekonomi kita akan membaik atau tidak?" ungkap Agus dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Kekhawatiran tersebut, menurut Agus, membuat konsumen mengurangi tingkat konsumsi.

Sebanyak 81% konsumen menyatakan telah mengubah pola berbelanja untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.

Dua pos pengurangan terbesar ialah pada pembelian barang teknologi (50% responden) dan pembelian pakaian (48%).

Pengeluaran konsumen untuk hiburan, liburan, dan pemakaian energi juga dikurangi.

Agus menilai naiknya tingkat kekhawatiran konsumen dan berkurangnya konsumsi merupakan refleksi melemahnya perekonomian negara.

"Untuk kembali menaikkan tingkat keoptimistisan. Itu PR-nya kita di industri. Di media untuk mengampanyekan sesuatu yang positif PR-nya pemerintah."

Pada kuartal II 2015, konsumen Indonesia berada di posisi ketiga paling optimistis sedunia, dengan skor indeks keyakinan konsumen sebesar 120.

Nilai itu turun tiga poin daripada kuartal I 2015. Di atas Indonesia ada India (131 poin) dan Filipina (122) poin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya