Daya Saing Produksi Otomotif Indonesia Kalah Dari Thailand

Irene Harty
25/7/2016 20:27
Daya Saing Produksi Otomotif Indonesia Kalah Dari Thailand
(ANTARA)

PRESIDEN Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Masahiro Nonami menginginkan Indonesia menjadi basis ekspor dengan kandungan rasio konten lokal mencapai 100%. Namun itu belum mungkin terjadi saat ini karena daya saing produksi otomotif Indonesia dari sisi biaya produksi masih kalah 2% ketimbang Thailand.

"Satu hal yang mau dipahami kami lakukan ekspor produk harus bersaing dengan produk-produk di negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Jepang. Kalau tidak lokalisasi bahan baku maka daya saing dari spek biaya kalah 2%. Saya minta pemerintah supaya dorong lokalisasi bahan baku atau mentah," tuturnya dalam konferensi pers Line Off Ceremony the All New Sienta Made in Indonesia di Karawang Plant #2, Kawasan Karawang International Industry City (KIIC), Jawa Barat, Senin (25/7).

Secara rinci, menuturkan 60%-70% dari seluruh biaya produksi otomotif itu sesuatu yang dibeli dari supplier. Jika supplier produksi komponen suku cadang atau racing maka 50% dari biaya pokok produksi supplier adalah bahan baku.

"Untuk racing, jika impor bahan baku dari Thailand dan Singapura dilakukan, maka biaya logistik mesti ditambah 5%," hitung Nonami. Bila demikian, maka biaya logistik pabrik di Indonesia 5% lebih tinggi dari Thailand yang mengakibatkan jumlah biaya produksi dari bahan baku juga lebih tinggi 2% ketimbang Thailand.

Hal itu perlu dibenahi oleh pihak TMMIN bekerja sama dengan pemerintah. Nonami optimis bila lokalisasi bahan baku dilakukan industri otomotif Indonesia tidak kalah saing dengan Thailand. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya