Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BESARNYA dana dari repatriasi yang diperkirakan akan masuk ke Indonesia diharapkan tidak hanya mengalir ke sektor ritel dan mengendap hanya di instrumen portofolio. Dana repatriasi diharapkan dapat bergulir ke sektor riil agar dapat lebih memutar roda perekonomian Indonesia yang salah satunya adalah sektor UMKM.
"Perlu instrumen untuk mengarahkan dana repatriasi ke sektor riel, terutama diarahkan ke manufaktur. Bahkan akan lebih baik lagi bila diarahkan ke sektor padat karya yang tentu akan berdampak lebih signifikan bagi penyerapan tenaga kerja," terang Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati di Jakarta, Senin (25/7).
Untuk itu Enny meminta pemerintah dapat mengatur peraturan teknis dari tax amnesty tersebut agar dapat memberikan manfaat yang sebesar mungkin bagi pergerakan roda perekonomian. Dengan begitu dana tax amnesty tersebut dapat mendukung berbagai program dari pemerintah terutama dalam kaitannya dengan program-program prioritas.
Enny mengingatkan agar pemerintah jangan melupakan untuk melakukan profiling dari para penyetor pajak tersebut, terutama dalam kaitan dengan kegiatan bisnisnya. Sehingga kedepannya pemerintah bisa memiliki data base yang lengkap dan bukan hanya sebatas data kepemilikan aset namun juga jenis dan aspek bisnis dari para pengusaha agar dapat terpantau kedepannya.
Namun Enny juga berharap bahwa dana tersebut tidak hanya bergulir dan dimanfaatkan di sekytor sektor besar dan utama. Dirinya menginginkan dana tersebut juga dapat bergulir dan dimanfaatkan oleh sektor sektor UKM.
Mantan Menteri BUMN dan juga Pengusaha nasional, Tanri Abeng mengungkapkan bahwa salah satu kelemahan dari sektor UKM adalah tidak adanya suatu skala ekonomi yang mumpuni, tidak memiliki akses pasar dan kredit dibandingkan dengan usaha besar. Untuk itu menurutnya UKM tersebut harus disatukan dalam suatu holding agar bisa mencapai suatu sakala ekonomi dan membuka peluang lebih besar, termasuk mendapatkan investasi penempatan dari dana repatriasi.
"Kalau dana dari luar bisa masuk di perusahaan start up Indonesia yang sudah terkorporasi dalam skala besar, maka pasti resikonya akan menjadi kecil dan peluang bisnisnya menjadi bear," terang Tanri Abeng. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved