Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SURABAYA ditunjuk jadi tuan rumah pada gelaran internasional Prepatory Committee (PrepCom) 3Habitat III yang berlangsung mulai Senin (25/7) hingga Rabu (27/7).
Pertemuan ini dinilai penting lantaran mempersiapkan isu-isu perkotaan yang kemudian disusun menjadi <>Zero Draft New Urban Agenda (ZD NUA) dan nantinya dibahas pada gelaran Habitat III di Quito, Ekuador, pada 17 sampai dengan 20 Oktober 2016.
“Kota Surabaya ini dipilih karena Surabaya memiliki sejumlah capaian pembangunan permukiman dan perkotaan. Itu diakui secara nasional dan internasional,'' kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera) Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa (19/7).
Hadir pula Dirjen Cipta Karya Kementerian PU-Pera Andreas Suhono, Staf Ahli Menteri PU-Pera Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Serta Masyarakat Lana Winayanti, dan perwakilan Sekretariat Habitat III Tobias Kettner.
Basuki menyampaikan Surabaya juga dipilih karena menjadi simbol dari keberhasilan Kampung Improvement Program di Indonesia.
PrepCom 3 merupakan pertemuan yang sangat penting karena ini merupakan pertemuan terakhir untuk menyiapkan ZD NUA yang merupakan draft final setelah PrepCom sebelumnya di New York, AS, pada 17-18 Septem ber 2014 (PrepCom 1), dan di Nairobi, Kenya, pada 14-16 April 2015 (PrepCom 2).
Basuki menerangkan Indonesia sangat berkepentingan dengan acara itu. Indonesia memiliki agenda pembangunan permukiman dan perkotaan, yang dikenal dengan program 100-0-100, yakni 100% akses air bersih, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi. "Karena itulah, ini menjadi pertemuan yang sangat bermanfaat bagi Indonesia," ungkap dia.
Perwakilan dari Sekretariat Habitat III Tobias Kettner menyampaikan pertemuan tersebut mempunyai peranan yang sangat penting karena akan membahas ZD NUA yang menjadi pan duan negara negara untuk pembangunan kota yang berkelanjutan selama 20 tahun ke depan.
“Proses penyusunan ZD NUA merupakan proses yang panjang karena sudah sekitar dua tahun dan berjalan secara inklusif yang melibatkan sekitar 10 ribu pemangku kepentingan. Untuk itu, sangat pen ting sebagai acuan pembangun an kotakota berkelanjutan selama 20 tahun ke depan," tutur Tobias.
Jadi momentum
Pada kesempatan sama, Staf Ahli Menteri PU-Pera Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Serta Masyarakat Lana Winayanti mengungkapkan PrepCom3 akan menggali masukan dan perspektif akhir dari berbagai negara serta para stakeholder lainnya.
"Isu-isu kunci urbanisasi yang harus ditangani menjadi masukan dalam NUA.Dokumen ini sangat strategis dan mempunyai peranan penting dalam pembangunan perkotaan di Indonesia," kata dia.
Ia menambahkan pada NUA nantinya diangkat mengenai pentingnya melihat keberagaman kondisi sosial budaya masyarakat geogras suatu negara, bahkan antarnegara, keterkaitan desa-kota, serta ketahanan pangan.
NUA pun akan membahas tantangan perubahan iklim di kota dan permukiman pesisir, negara dengan pulaupulau kecil, serta kemampuan pemerintah kota/kabupaten dalam menerapkan kebijakan.
Bukan hanya itu, paradigma urbanisasi sebagai peluang pembangunan di perkotaan sehingga bisa membangun peradaban baru juga dibahas dalam NUA yang melibatkan kolaborasi semua pemangku kepentingan.
Itu sebabnya, lanjut Lana, pelaksanaan konferensi Habitat III menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk membawa perspektif Indo nesia serta Asia Pasik pada agenda internasional guna menghadapi urbanisasi yang modelnya berbeda dengan negara-negara Eropa dan Amerika.
"Selain itu Habitat III juga menjadi momentum penting Indonesia untuk memiliki Agenda Perkotaan Baru Nasional," tutur Lana.
PrepCom 3 sebagai final preparation di Surabaya merupakan yang pertama kali dilakukan di luar kantor PBB. Adapun Habitat merupakan agenda internasional yang memfokuskan pada isu-isu pembangunan perkotaan dan permukiman berkelanjutan dan diselenggarakan 20 tahun sekali.
Saat ini, sudah terdaftar 298 delegasi dari 193 negara yang melakukan registrasi online ke PBB di New York.Ada sekitar 4.500 peserta yang mengikuti prepCom, terdiri dari 1.500 dari pihak asing, dan lokalnya ada sekitar 3.000 orang. Mereka yang mengikuti PrepCom 3 ini bukanlah pihak pemerintah saja, melainkan juga dari kalangan LSM dan pemangku kepentingan lainnya.
Selain berbagai pertemuan, pada gelaran itu bakal dilaksanakan lomba poster yang digelar bagi kalangan muda (siswa dan mahasiswa) sebagai wadah bagi generasi muda dalam menuangkan imajinasi tentang kota masa depan. Selain itu, juga digelar kompetisi jurnalistik bagi awak media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. (Mus/S-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved