Jokowi Tekankan Tiga Hal Pokok untuk Benahi Kondisi Ekonomi

Damar Iradat
25/7/2016 09:33
Jokowi Tekankan Tiga Hal Pokok untuk Benahi Kondisi Ekonomi
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

KONDISI ekonomi global yang tidak menentu belakangan ini turut berdampak kepada Indonesia. Perlu adanya perbaikan dari berbagai sektor untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di acara Silaturahmi Nasional Pendukung Jokowi 2016, Minggu (24/7), mengatakan, saat ini, semua negara di dunia tengah mengalami tekanan ekonomi global. Namun, ia percaya Indonesia dapat melewati kondisi yang tengah terjadi.

"Kita doa bersama agar ekonomi kita (kembali) ke titik baliknya sekarang, untuk naik kembali, sedikit demi sedikit," ucap Jokowi di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta.

Untuk memperbaiki kondisi ekonomi, ia menekankan tiga hal pokok yang harus dibenahi. Pertama yakni soal deregulasi ekonomi.

Ia menyampaikan, deregulasi ekonomi bertujuan untuk mengurai kerumitan peraturan yang menghambat mengambil keputusan dengan cepat. Dengan mempermudah peraturan, ia yakin, negara dapat cepat mengambil keputusan jika mengalami kondisi serupa pada masa mendatang.

"Dunia ini sangat sulit ditebak. Maka, deregulasi sangat penting sekali," tutur dia.

Kedua, lanjut dia, pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, adanya persaingan antarnegara yang sangat ketat dan berebut investasi, membuat fondasi-fondasi harus dibangun secepatnya.

"Tanpa perombakan, keberanian memangkas, jangan berharap kita bisa berkompetisi dengan negara lain. Kuncinya hanya di situ," jelas dia.

Soal efisiensi pemerintahan, ia juga memfokuskan soal kecepatan pemerintah melayani rakyat. Ia yakin, jika tradisi lama dipertahankan, Indonesia selamanya tidak akan dapat berkompetisi dengan negara lain. Oleh karenanya, ia terus menekankan soal perubahan.

Terakhir, Jokowi juga menekankan soalnya reformasi dalam bidang hukum. Menurutnya, reformasi di bidang hukum sangat diperlukan, apalagi di bidang legislasi nasional dan daerah, kelembagaan dan aparat hukum, dan pendidikan serta kebudayaan hukum.

Jokowi mengatakan, semua elemen tersebut perlu diperbaiki secara total, sehingga rakyat dapat melihat dan merasakan hukum hadir untuk seluruh masyarakat, bukan hanya untuk orang-orang berduit. Namun begitu, segala perbaikan yang ditekankan olehnya juga butuh waktu.

"Saya ini jadi Presiden belum ada dua tahun lho, jangan semua dikejar semua selesai cepat-cepatan," tegas dia. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya