Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT bank nasional telah resmi menjadi bank persepsi yang akan mengelola dana dari program pengampunan pajak yang dijalankan pemerintah. Penunjukan bank persepsi merupakan salah satu pintu masuk investasi hasil pengampunan pajak.
Pemerintah juga akan segera meneken kontrak dengan 14 bank nasional dan asing yang akan melakukan fungsi serupa selain manajer investasi dan perdagangan efek.
"Ada 3 bank BUMN dan 1 bank swasta sebagai bank penerima mandat tahap pertama untuk bisa menerima dana repatriasi," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro seusai menandatangani kontrak bersama empat direktur utama bank persepsi di Jakarta, kemarin.
Di acara sosialisasi program pengampunan pajak yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu, Menkeu juga menyerahkan surat penunjukan bagi empat bank itu sebagai pengelola dana pengampunan pajak.
Empat petinggi bank yang hadir dalam penandatanganan ialah Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni, dan Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja.
"Nanti masih akan ada lagi yang untuk tahap kedua, kalau sekarang mereka ini yang sudah siap sebagai <>gateway. Bank lain masih tergantung kesiapannya," kata dia.
Mengenai itu, Kementerian Keuangan telah menerbitkan tiga aturan pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak yang dituangkan dalam 2 peraturan dan 1 keputusan menkeu.
Mandiri serap Rp400 triliun
Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengaku sanggup menampung dana repatriasi Rp300 triliun-Rp400 triliun. "Kalau nampung sih saya rasa bisa sampai Rp300 triliun-Rp400 triliun. Bisa karena kan instrumen banyak, cuma kita mesti kreatif cari investasinya," ujarnya.
Tiko, demikian ia akrab disapa, mengestimasikan 60% dari total kesanggupan Bank Mandiri menampung dana repatriasi bisa mengalir di instrumen pasar modal melalui sekuritas anak usaha mereka.
"Kalau yang masuk harapannya kita pakai buat kredit. Lewat deposito, tidak terlalu banyak. Targetnya mungkin 30%," imbuh Tiko.
Pihaknya sudah memperhitungkan kapasitas korporasinya. Dengan strategi menaruh mayoritas dana repatriasi di pasar modal, Tiko yakin likuiditas yang mengalir nanti dapat diatur dengan baik.
Sebelumnya, bank pelat merah lain, BRI, menyatakan siap menampung dana repatriasi sedikitnya Rp50 triliun. "Dengan tambahan Rp50 triliun akan terjadi peningkatan minimal 10% terhadap dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp550 triliun," kata Direktur Utama BRI Asmawi Syam (Media Indonesia, 21/7).
Selain itu, imbuhnya, tambahan dana akan meningkatkan likuiditas perbankan sehingga meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Pemerintah memperkirakan ada uang tebusan Rp165 triliun dari pengampunan pajak. Repatriasi dana yang masuk ke negeri ditaksir mencapai Rp1.000 triliun.(Fat/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved