Pemerintah Harus Tambah Tangki Penimbunan BBM

Dero Iqbal Mahendra
28/7/2015 00:00
Pemerintah Harus Tambah Tangki Penimbunan BBM
(Sumber: Kementerian ESDM Juli 2015/L-1)

CADANGAN BBM nasional yang hanya untuk pemakaian selama 18-20 hari menjadi persoalan krusial bagi Indonesia. Terutama ketika harus menghadapi krisis yang bisa datang sewaktu-waktu.

"Itu sangat riskan. Kalau terjadi sesuatu ekonomi kita bisa colapse. Padahal banyak negara bukan penghasil minyak memiliki cadangan BBM antara 90-120 hari," kata anggota Komisi VII DPR Kurtubi, kemarin.

Oleh karena itu, anggota Fraksi Partai NasDem itu mendesak pemerintah menyiapkan anggaran untuk membangun tangki timbun. Menurutnya, pembangunan tangki timbun tersebut tidak hanya di satu tempat, tetapi tersebar di seluruh Indonesia.

"Terutama di Indonesia Timur yang sering kali mengalami kesulitan BBM. Pembangunan tangki timbun juga harus didukung dengan adanya kilang-kilang baru agar kita bisa swasembada BBM. Nanti kami akan dorong pemerintah menganggarkan dana lebih banyak di APBN," ujar Kurtubi.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengingatkan tentang syarat International Energy Agency (IEA) bahwa cadangan BBM sebuah negara untuk mencapai ketahanan energi harus selama 90 hari (Media Indonesia, 23/7). Akan tetapi, pemerintah berupaya hanya memenuhi sepertiganya atau selama 30 hari.

Menurut Menteri ESDM Sudirman Said, untuk membangun tangki timbun agar memenuhi cadangan BBM selama 90 hari tersebut membutuhkan dana besar.

Petroleum fund

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menambahkan pemerintah harus menyiapkan dana sekitar Rp230 triliun untuk menambah cadangan BBM nasional menjadi 90 hari.

"Indonesia bukan lagi negara penghasil minyak. Sekitar 60% kebutuhan BBM kita hasil impor. Info dari Pertamina untuk menjaga cadangan BBM 19-23 hari butuh investasi Rp50 triliun-Rp60 triliun. Yang paling dibutuhkan untuk menambah cadangan ialah tangki timbun dan kilang.

Dengan penambahan pembangunan kilang, impor BBM bisa berkurang meski harus menambah impor minyak mentah," ungkap Komaidi.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengakui Pertamina tengah menggarap konstruksi dua tangki timbun untuk menambah cadangan BBM di Pulau Sambu dan Tanjung Uban, Kepulauan Riau. Kapasitas setiap tangki mencapai 300 ribu kiloliter (kl) dan 200 ribu kl.

"Investasinya US$94 juta dan US$62 juta. Konstruksinya selesai Maret 2016. Jika beroperasi, volume tangki BBM Pertamina bertambah 500 ribu kl dari kondisi saat ini sebesar 5 juta kl."

Di sisi lain, Kementerian ESDM juga tengah mengkaji pemberian petroleum fund untuk meningkatkan cadangan BBM nasional.

Tidak hanya cadangan BBM, insentif di sektor minyak tersebut akan digelontorkan pula untuk percepatan eksplorasi minyak dan stabilisasi harga BBM.

"Belum ditentukan berapa petroleum fund untuk cadangan BBM. Yang sudah detail, kalau menambah cadangan BBM menjadi 30 hari butuh investasi berapa," tutur Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung itu menambahkan besarnya cadangan BBM nasional juga sangat memengaruhi harga jual ke masyarakat. Kian besar cadangan BBM yang dimiliki, semakin kecil pengaruh fluktuasi harga minyak dunia terhadap harga BBM.

(Jes/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya