Singapura Lakukan Apapun Demi Pertahankan Likuiditas

Nuriman Jayabuana
20/7/2016 16:45
Singapura Lakukan Apapun Demi Pertahankan Likuiditas
(ANTARA)

BERGULIRNYA kebijakan pengampunan pajak di Indonesia semakin mengancam pengetatan likuiditas perbankan di Singapura. Situasi tersebut bakal membuat perbankan di negeri Singa melakukan apa saja demi menahan pengalihan likuiditas ke Indonesia.

“Bicara likuiditas, tentunya perbankan di Singapura pada posisi yang panik. Mereka berhitung kalau tiba tiba sekian dana keluar dari perbankan, mereka akhirnya antisipasi itu dengan berbagai cara yang dilakukan,” ujar Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Rabu (20/7).

Maka, ujar Hariyadi, sejumlah perbankan Singapura juga melancarkan upaya yang tidak lumrah untuk menahan repatriasi aset dan mempertahankan likuiditas.

“Bukan itu aja, sebelumnya juga banyak di sana yang nawarin private banking. Misalnya ditawarin dengan bilang ‘udahlah tax amnesty itu jebakan batman, kalau ikut lu malah kena, ga usah khawatir kita siapin private banking di Taiwan’. Kaya begini itu luar biasa upayanya untuk menjegal repatriasi,” ujar Hariyadi.

Hariyadi mengungkapkan upaya seperti itu semakin agresif digencarkan. “Terutama Singapur sih yang begitu, kalau dari negara lain lain kan investasi portofolionya kita ga begitu besar. Singapur paling agresif karena memang menyangkut likuidita,” ujar dia.

Ia yakin pelaku usaha bakal mengabaikan upaya perbankan Singapura menahan repatriasi jika pemerintah menjunjung tinggi kepastian hukum pengampunan pajak dan menwarkan instrument investasi yang menarik. Sebab, pengusaha tentu bakal menimbang mana opsi yang memberi return paling tinggi dalam jangka panjang.

“Tapi itu bagi saya ga mempan lah, karena orang pasti mikir selain pengen hidup tenang juga pasti mau dapatkan return investasi di Indonesia yang lebih tinggi. Apindo yang penting duitnya kalau balik ke sini boleh ditaro di mana aja, kan kalau dulu pemerintah hanya bolehin untuk ditaruh di SBN,” ujar dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya