Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH telah mengeluarkan mandatori kebijakan bagi eksportir untuk menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri melalui rekening bank devisa. Ketentuan itu diperkuat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 16 Tahun 2014 tentang Penerimaan Devisa Hasil Ekspor dan Penarikan Devisa Utang Luar Negeri (DLUN).
Setelah beberapa tahun diimplementasikan, di sektor minyak dan gas bumi khususnya, kian banyak industri atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang aktif memarkir DHE ke dalam negeri.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut berkontribusi menggarap DHE melalui layanan trustee. Terhadap industri migas, BNI mengklaim merupakan bank pionir yang resmi menjadi Trustee Paying Agent.
BNI menilai industri ekstraktif yang sarat modal dan teknologi itu masih menarik menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi, meski tidak lagi menjadi andalan pendapatan negara.
"Trustee Paying Agent kami yang pertama adalah Total E&P Indonesie. Kami pakai Bank BNI Singapura untuk menjembatani kebijakan mengingat pemain industri migas banyak berasal dari luar," ujar Vice President Divisi Transaksional Banking Bank BNI Sri Indira dalam Media Gathering yang diselenggarakan SKK Migas di Bandung, Selasa (19/7).
Terakhir Bank berlogo 46 itu mengelola penjualan ekspor gas dari Blok Sanga-Sanga, Kalimantan Timur, melalui layanan Trustee Paying Agent. Transaksi penjualan gas alam cair (LNG) dari blok yang VICO Indonesia itu mencapai US$300 juta.
Seperti diketahui, sebelum adanya Peraturan Bank Indonesia Nomor 16 Tahun 2014 tentang Penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), kontrak ekspor penjualan gas (LNG dan LPG) masih menggunakan layanan Trustee oleh perbankan luar negeri. Sri menekankan BNI berkomitmen menggarap layanan Trustee untuk menarik DHE dari transaksi ekspor migas sebesar-besarnya ke dalam negeri.
"Sebelumnya banyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang gunakan layanan Trustee dari luar negeri. Sekarang kita gencar bidik DHE dari ekspor di sektor migas. Terakhir itu kami ada Trustee dengan Proyek Sanga-Sanga," urainya.
Perihal kondisi hulu migas yang sempat melesu imbas anjloknya harga minyak dunia, Sri mengatakan perbankan belum mengakomodasi pembiayaan pada kegiatan eksplorasi yang notabene menghabiskan anggaran berskala besar. Perbankan dikatakannya lebih mengelola pembiayaan untuk kegiatan produkai maupun transaksi vendor ke sub vendor.
"Loan kami lebih kepada kegiatan produksi migas maupun vendor-vendor. Growth-nya cukup baik. Share kami 13 persen untuk sektor kelistrikan dan migas," pungkas Sri. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved