IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global 2016 Menjadi 3,1%

Basuki Eka Purnama
20/7/2016 12:58
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global 2016 Menjadi 3,1%
(forbes.com)

DANA Moneter Internasional (IMF), Selasa (19/7), merevisi turun proyeksi pertumbuhan global 2016 dan 2017, karena ketidakpastian seputar keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

IMF memerkirakan ekonomi global tumbuh 3,1% pada 2016 dan 3,4% pada 2017. Keduanya 0,1% lebih rendah dari perkiraan pada April, menurut laporan World Economic Outlook yang diperbarui yang dirilis pada Selasa (19/7).

"Hasil dari referendum Inggris, yang mengejutkan pasar keuangan global, menyiratkan perwujudan risiko penurunan penting bagi perekonomian dunia. Akibatnya, prospek global untuk 2016-2017 telah memburuk, meskipun lebih baik dari perkiraan kinerja di awal 2016," kata IMF.

IMF mengatakan bahwa ketidakpastian seputar Brexit yang diproyeksikan menimbulkan korban pada kepercayaan dan investasi, termasuk dampak pada kondisi keuangan dan sentimen pasar yang lebih umum.

Tapi lembaga itu menambahkan bahwa revisi terkait Brexit terkonsentrasi di negara-negara maju Eropa, dengan dampak yang relatif lebih rendah di tempat lain, termasuk di Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sementara prospek untuk negara-negara maju memburuk, IMF tetap secara lebih luas tidak mengubah negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang.

IMF memperkirakan ekonomi negara-negara maju tumbuh 1,8% pada 2016 dan 2017, masing-masing turun 0,1 persentase poin dan 0,2 persentase poin dari perkiraan pada April.

IMF mempertahankan perkiraannya untuk pertumbuhan negara-negara berkembang tidak berubah. Negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang diperkirakan akan tumbuh 4,1% pada 2016 dan 4,6% pada 2017.

IMF juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun ini menjadi 6,6% dari perkiraan April sebesar 6,5% dab mengatakan bahwa prospek jangka pendek telah meningkat karena dukungan kebijakan baru-baru ini.

IMF merevisi prediksinya untuk pertumbuhan ekonomi AS pada 2016 turun menjadi 2,2% dari perkiraan April sebesar 2,4%, karena pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan pada kuartal pertama.

Selain kemungkinan penurunan terkait dengan ketidakpastian Brexit itu sendiri, ada risiko-risiko penurunan lainnya, termasuk krisis pengungsi di Eropa, pengangguran jangka panjang, kredit bermasalah, ketergantungan pada utang, dan risiko geopolitik. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya