PT Pertamina (persero) resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) dengan kadar oktan 90 bermerek dagang pertalite, kemarin. Produk BBM baru tersebut diklaim bakal menyusutkan impor BBM. Berbeda dengan premium, pertamax, dan pertamax plus, pertalite seluruhnya diproduksi di dalam negeri, yakni di Kilang Balongan dan Kilang Cilacap.
Seiring dengan naiknya konsumsi pertalite ke depan, kebutuhan BBM masyarakat dapat lebih banyak dipenuhi dari dalam negeri. "Pengolahan pertalite menggunakan nafta, HOMC, kemudian aditif. Dengan begini, kelebihan nafta kita yang sebelumnya terpaksa harus diekspor dan dijual dengan harga rendah bisa kita manfaatkan untuk pertalite," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam peluncuran pertalite di Jakarta, kemarin.
Menurut Dwi, kritik yang berkembang selama ini Indonesia mengekspor nafta kemudian mengimpor kembali dalam bentuk BBM. Terkait dengan besaran pengurangan impor akibat adanya pertalite, Dwi menyatakan hal itu bergantung pada berapa banyak pertalite yang terserap di masyarakat.
"Kami siapkan 500 kiloliter pertalite per hari. Kalikan saja dengan 365 hari. Segitu perkiraan pengurangan impor yang kita harapkan." Pertalite dijual di 102 SPBU di Jakarta, Tangerang, Karawang, Bogor, Bandung, Purwakarta, dan Subang. Pertalite pun ada di 33 SPBU di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Saat ini pertalite dijual dengan harga promosi Rp8.400 selama dua bulan masa uji pasar. Setelah itu, akan ada evaluasi hasil tes pasar atas penerimaan pasar terhadap pertalite dan evaluasi harga jual. Meski pertalite telah diluncurkan, Dwi memastikan premium masih akan beredar di pasar sesuai dengan kuota yang ditetapkan.
Pertamina tidak mengurangi, apalagi menghapus penjualan premium. Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengungkapkan harga keekonomian pertalite seseungguhnya sebesar Rp8.700/liter. Bila dengan harga uji pasar Rp8.400 penyerapan masyarakat kurang, Pertamina tidak menutup kemungkinan penjualan pertalite dihentikan.
Kehadiran pertalite, menurut Kepala BPH Migas Andy N Sommeng, akan meningkatkan ketersediaan BBM nasional. "Masyarakat punya banyak pilihan. Ron 90 (pertalite) ini bisa untuk segmen anak muda," ujarnya.