Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREMPUAN yang bekerja di perusahaan keluarga Asia tampaknya mendapat peluang lebih besar untuk menempati posisi top-level, bahkan sekalipun mereka bukanlah anggota keluarga.
Di Singapura, menurut riset dari Universitas Nasional Singapura (NUS), ada dua kali lebih banyak perempuan yang duduk di dewan direksi perusahaan keluarga ketimbang perusahaan biasa.
"Kandidat yang kompeten di dalam keluarga biasanya terbatas, dan tentu ada kesetaraan antara anak lelaki dan anak perempuan. Itu memberikan kesempatan bagi anggota keluarga perempuan untuk memimpin firma keluarga," jelas Profesor NUS Marleen Dieleman, seperti dikutip dari situs CNBC, kemarin.
Namun, ia menambahkan, hanya 44% dari perempuan yang memegang jabatan eksekutif di perusahaan keluarga yang merupakan bagian dari keluarga pemilik.
"Kami melihat, sekali (perusahaan) Anda memiliki perempuan sebagai pemimpin, itu akan menjadi jembatan bagi perempuan-perempuan lain," ujarnya.
Benefit dari memperkaya keragaman gender di manajemen perusahaan, menurut Dieleman, bukan sekadar kesetaraan kesempatan.
Beragam studi telah menunjukkan, profit perusahaan dengan lebih banyak perempuan pemimpin cenderung lebih tinggi ketimbang yang tidak.
Meski begitu, riset NUS juga menyimpulkan bahwa secara umum, jumlah perempuan yang di posisi eksekutif perusahaan masih relatif sedikit.
Pada perusahaan-perusahaan keluarga di Singapura --yang berkontribusi lebih dari 60% emiten di pasar modal 'Negeri Singa'--hanya 10% jabatan direktur yang diisi perempuan.
Rendah, tapi sedikit lebih baik daripada jumlah perempuan direktur di perusahaan nonkeluarga yang hanya 7,9%.
Salah satu faktornya, kata Dieleman, ialah tradisi untuk meneruskan kursi kekuasaan perusahaan kepada anak sulung lelaki.
Sementara itu, di Tiongkok, kebijakan satu anak yang diusung Beijing telah mendorong lebih banyak anak perempuan mengambil alih bisnis keluarga mereka.
Sederhana saja penyebabnya, tidak ada anak lelaki atau keponakan lelaki yang dapat menggantikan.
Lin Wang, bos produk kimia Wylton, mengatakan tidak ada yang mempertanyakan dirinya pada saat ia mengambil alih tampuk kepemimpinan di perusahaan keluarganya itu.
Walakin, ia mengakui ada kesulitan saat memasuki pasar yang cenderung didominasi pria, seperti di Timur Tengah.
"Saya dianggap seperti orang yang tidak berpengalaman," ucap perempuan berusia 28 tahun yang mengaku sering berdandan agak kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya itu.
Peran perempuan tidak selalu diformalkan dalam perusahaan keluarga.
Menurut Dieleman, tidak jarang mereka 'bekerja' di belakang layar, terutama di perusahaan-perusahaan keluarga Tiongkok.
"Banyak istri dari pendiri perusahaan yang menjadi pengatur keuangan sebenarnya, dan itu ialah posisi yang sangat powerful," kata dia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved