Pemerintah Sediakan Lahan 2 Juta Hektare untuk Komoditas Strategis

Andhika Prasetyo
18/7/2016 13:52
Pemerintah Sediakan Lahan 2 Juta Hektare untuk Komoditas Strategis
(Dok. MI)

PEMERINTAH, Senin (18/7), sepakat untuk menyediakan lahan seluas 2 juta hektare guna mendongkrak produksi tebu, padi, dan jagung.

Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kesehatan Siti Nurbaya, Rabu (13/7).

Dari 2 juta hektare lahan yang disediakan pemerintah, wilayah Merauke, Papua, memberikan kotribusi terbesar dengan menyumbang 1,2 juta hektare. Adapun, 800 ribu hektare lainnya tersebar di beberapa provinsi Tanah Air.

Dalam proses penggarapannya, Amran menyebut pada tahap awal ini pemerintah akan memprioritaskan tanaman tebu.

“Untuk saat ini, ada 380 ribu hektare yang menjadi prioritas untuk gula,” ujar Amran seusai rapat koordinasi yang juga dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri LHK Siti Nurbaya.

Amran mengatakan saat ini terdapat 30 perusahaan gula yang sudah siap beroperasi.

“Ada 15 perusahaan yang sudah investasi untuk pabrik, lokasinya tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat. Mereka sudah investasikan kurang lebih Rp2 hingga 4 triliun untuk satu pabrik. Maka dari itu, potensi ini harus dioptimalkan,” lanjutnya.

Namun, yang menjadi masalah, lanjut Amran, saat ini perusahaan-perusahaan tersebut kekurangan bahan baku produksi.

“Pabrik-pabrik itu idle capacity, yang kapasitasnya mencapai 10 ribu ton cane per day (TCD), tetapi bahan baku yang tersedia hanya bisa mencukupi 5 ribu tcd,” jelasnya.

Itulah yang menjadi alasan utama mengapa produksi tebu menjadi prioritas utama saat ini. Jika produksi tebu bisa mencukupi kapasitas pabrik, pemerintah yakin target swasembada gula kristal putih bisa tercapai pada 2018 mendatang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan San Afri Awang mengatakan untuk tanaman tebu pemerintah menyiapkan setidaknya 710 ribu hektare lahan, termasuk yang menjadi prioritas awal saat ini.

“Semuanya sudah disiapkan. Kami bersama Lembaga Penelitian Tanah Kementerian Pertanian sudah cek tanah dan agroclimatenya,” ujar San Afri.

San Afri mengungkapkan langkah pemerintah dengan terlibat langsung dalam penyediaan lahan dapat memberikan dampak terhadap penyesuaian harga gula di pasar.

“Ketika kita ikut mengatur produksi, kita bisa intervensi di situ. Kalau harga terlalu tinggi, kita bisa tekan biar turun. Beda kalau kita tidak bermain,” paparnya.

Sebelum pemerintah menyediakan lahan tambahan, total lahan tanaman tebu nasional hanya 475 ribu hektare dengan total produksi gula kristal putih 2,5 juta ton. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya