Bangun Markas Keren demi Gaet Talenta Terbaik

Pra/Economist/E-1
18/7/2016 05:21
Bangun Markas Keren demi Gaet Talenta Terbaik
(MI/Seno)

BEKERJA di dalam sebuah lingkungan yang dikelilingi set penuh mainan, figur, dan balok berwarna-warni mungkin menjadi impian seluruh anak-anak di dunia jika sudah beranjak dewasa kelak.

Namun, apakah benar-benar ada perusahaan yang mau bersolek dan merias bangunan seperti mainan?

Tentu saja ada.

Itulah yang baru saja dilakukan Lego Group terhadap markas baru mereka.

Dengan biaya lebih dari 1 miliar korner Denmark, atau setara Rp1,96 triliun, Lego Group mengisi markas besar mereka seluas 50 ribu meter persegi dengan gambar dan berbagai mainan lego.

Tidak hanya itu, desain kantor mereka pun dibuat menyerupai brick atau kepingan lego yang disusun dengan apik.

"Ini fasilitas yang luar biasa. Tidak mewah, tetapi sangat menyenangkan, terlebih untuk anak-anak," ujar CEO of Lego Group Vig Knurdstop dengan nada gembira.

Ia menyebutkan, markas baru itu akan menjadi sebuah entitas yang akan mengawasi kesuksesan Lego Group di masa mendatang.

Bangunan nyentrik dengan banyak ruang terbuka lebar dan dilengkapi tangga kuning yang persis seperti model mainan bak sebuah perayaan terhadap capaian kinerja perusahaan asal Denmark itu.

Pada 2015, sisi penjualan perusahaan itu memperoleh keuntungan sebelum pajak sebesar 28%.

Belum lagi kerja sama dengan Warner Brothers, perusahaan asal AS yang membantu memasarkan lego ke dunia melalui media film, seperti The Lego Movie yang rilis pada 2014 silam.

Namun, Lego Group bukan perusahaan pertama yang mendesain kantor sedemikian keren dan unik.

Bulan lalu, CEO of Siemens, Joe Kaeser, mengumumkan markas besar terbaru mereka.

Mungkin tidak seunik Lego, tapi Kaeser mengklaim kantornya punya tingkat keramahan lingkungan luar biasa dengan penggunaan listrik 90% lebih sedikit ketimbang kantor-kantor lain.

Tidak hanya itu, markas di jantung Kota Munich, Jerman, itu bisa menghemat penggunaan air hingga 75% dan menghasilkan karbon dioksida 90% lebih sedikit daripada kantor sebelumnya.

Hal sama juga dimiliki Airbus.

Markas anyar mereka yang terletak di Toulouse, Prancis, dianggap memiliki kelebihan tersendiri.

CEO of Airbus, Tom Enders, menyebutkan kantornya, atau yang lebih akrab disapa 'Wing Campus' itu mampu membuat para pekerja memiliki tingkat inovasi yang lebih tinggi.

Apa yang dilakukan banyak perusahaan besar saat ini dengan mengemas markas mereka semenarik mungkin ialah salah satu upaya untuk mendapatkan talenta-talenta terbaik.

Knudstop mengatakan, pada era ini, persaingan untuk mendapatkan SDM jauh lebih ketat, khususnya dalam persaingan melawan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa.

"Anda tidak akan mendapatkan yang terbaik jika hanya menawarkan ruang kerja yang biasa-biasa saja," ucap Knudstop.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya